TRIBUNSTYLE.COM, LUBUKLINGGAU — Memasuki tahun 2026, tren wisata slow travel bersama keluarga dan agenda weekend getaway yang romantis kian digandrungi. Jika Anda sedang merencanakan pelarian akhir pekan yang berkesan, Kota Lubuklinggau di Sumatra Selatan menyimpan satu destinasi kuliner wajib yang sukses bertahan melintasi zaman: Mie Tumis Pakde Muhlas.
Di tengah gempuran kuliner modern yang datang dan pergi, warung sederhana yang terletak di pinggir jalan Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II ini tetap berdiri kokoh sebagai ikon kuliner kota. Berdiri sejak tahun 1976, racikan mie legendaris ini kini telah menyentuh usia setengah abad (50 tahun eksis). Tak heran, tempat ini menjadi titik temu sempurna bagi keluarga yang ingin bernostalgia, para petualang rasa, hingga pasangan yang mencari kehangatan otentik di waktu malam.
Baca juga: Dijuluki Kuliner Sultan, Keistimewaan Nasi Minyak Khas Palembang , Sumatera Selatan yang Melegenda
Buka setiap sore hingga malam hari, suasana hangat langsung menyergap saat kepulan asap beraroma rempah menyeruak dari wajan besar. Menariknya, di era serba mahal saat ini, kelezatan yang melegenda tersebut masih bisa dinikmati dengan harga yang sangat ramah di kantong, yaitu hanya Rp 10.000 per porsi. Paket lengkap untuk liburan hemat namun kaya rasa!
Sangat cocok dikunjungi saat liburan bareng keluarga besar atau sekadar kulineran berduaan setelah seharian menjelajahi wisata alam Lubuklinggau. Duduk di warung sederhana ini memberikan kehangatan obrolan akhir pekan yang tak tergantikan.
Rahasia kelezatan abadi dari hidangan ini terletak pada keteguhan sang pemilik dalam menjaga warisan rasa. Racikan bumbu yang digunakan tak pernah berubah sedikit pun sejak hari pertama ia berjualan puluhan tahun silam. Konsistensi mutlak inilah yang menjadi kunci utama mengapa tempat ini selalu diburu.
"Yang buat bertahan sampai sekarang racikan bumbu tidak berubah, dari awal konsisten sampai sekarang," ujar Pakde Muhlas saat mengenang perjalanan usahanya.
Daya tarik magis Mie Tumis Pakde Muhlas terbukti meluas melampaui batas wilayah. Pelanggan setianya bukan lagi sekadar warga lokal Lubuklinggau. Warung ini telah menjadi destinasi singgah para pelancong lintas provinsi yang sedang menikmati traveling mereka.
"Pelanggan dari mana-mana, ada yang sengaja datang dari Curup, Bengkulu, Jakarta untuk mampir, sementara Lubuklinggau sendiri banyak yang sudah kenal," ungkap Pakde Muhlas dengan senyum hangatnya. Ia menambahkan bahwa perbedaan mendasar mie tumis buatannya dengan yang lain terletak pada rasa khas yang melekat kuat di lidah.
Meski persaingan industri kuliner kian ketat, Pakde Muhlas memilih jalan idealis untuk tidak berkompromi dengan kualitas. Ia mengakui adanya pasang surut dalam dunia usaha akibat menjamurnya pedagang baru beberapa tahun terakhir.
"Kita akui untuk pembeli mungkin tak seramai dulu lagi karena banyak pedagang lain, tapi tetap kita tidak mengurangi takaran (bumbu)," bebernya dengan penuh komitmen.
Baca juga: Cara Mudah Membuat Pempek, Makanan Khas Palembang Sumatera Selatan, Kuncinya di Ikan Tenggiri
Seiring bertambahnya usia, estafet kepemimpinan warung legendaris ini kini mulai diwariskan dan diturunkan kepada sang anak guna memastikan resep rahasia keluarga tetap hidup. Kendati demikian, dedikasi Pakde Muhlas tak pernah surut. Pada malam-malam tertentu, ia masih kerap terlihat di balik wajan, menyapa pelanggan dengan ramah, dan meracik mie langsung dengan tangannya sendiri jika sang anak memiliki kesibukan lain.
"Sekarang sudah diturunkan dengan anak, tapi masih kadang saya yang jualan kalau ada kegiatan lain," tutupnya optimis.
Bagi Anda yang merencanakan liburan, traveling, atau sekadar mengisi waktu luang berdua dengan pasangan di akhir pekan ini, pastikan untuk menyisipkan rute perjalanan Anda ke Kelurahan Mesat Jaya. Nikmati sensasi kuliner autentik setengah abad yang siap menghangatkan momen kebersamaan Anda!
( Sripoku.com / Eko Hepronis / Tribunstyle.com / Selviana Safitri )