TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Pertunjukan palang pintu ditampilkan dalam kegiatan MATAMUDA (Masa Taaruf Murid Madrasah) di MTSN 41 Al Azhar Asy Syairif Jakarta.
Tak hanya adu pantun, atraksi silat juga dipertontonkan para siswa dan siswi MTSN 41 untuk menyambut para murid baru.
Setelah menyaksikan salah satu budaya Betawi itu, barulah para murid baru mengikuti apel dan sesi perkenalan dengan lingkungan sekolah.
Kepala MTSN 41 Al Azhar Asy Syairif, Faizah, mengatakan pengenalan budaya Betawi telah menjadi agenda rutin dalam pelaksanaan MATAMUDA selama beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap budaya lokal sekaligus mengenalkan identitas wilayah kepada para siswa baru.
"Kami lakukan sebagai penghargaan, bahwa anak-anak harus akrab dengan budaya. Karena kita ada di daerah Jagakarsa yang identik dengan budaya Betawi. Di sini juga ada pusat kebudayaan Betawi di Setu Babakan yang letaknya dekat dari sekolah," ujar Faizah ditemui di sela kegiatan MATAMUDA, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, pemilihan pertunjukan palang pintu bukan tanpa alasan.
Selain menjadi tradisi tahunan, budaya Betawi dinilai penting diperkenalkan kepada seluruh peserta didik, termasuk mereka yang berasal dari luar Jakarta.
"Sudah beberapa tahun ini kami melaksanakan pembukaan MATAMUDA dengan model budaya Betawi seperti ini," katanya.
Faizah menjelaskan, masa perkenalan sekolah akan dilaksanakan selama lima hari.
Selama kegiatan berlangsung, para murid baru diperkenalkan dengan lingkungan madrasah, mulai dari guru, kurikulum, fasilitas sekolah hingga kakak kelas yang akan mendampingi mereka selama menjalani pendidikan.
"Anak-anak harus berkenalan dengan madrasah barunya. Berkenalan dengan guru, mengenal muatan kurikulum, fasilitas madrasah, hingga mengenal kakak-kakaknya.
Terutama mengenal guru yang akan membimbing dan mendidik mereka selama tiga tahun ke depan," jelasnya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, MTSN 41 Al Azhar Asy Syairif menerima sebanyak 220 murid baru.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang menerima 200 siswa.
Menurut Faizah, seluruh siswa yang diterima telah melalui proses seleksi dari sekitar 800 pendaftar.
"Ada peningkatan sekitar 10 persen dari tahun lalu. Tahun lalu 200 siswa, sekarang menjadi 220 siswa. Mereka berhasil melewati proses seleksi dari sekitar 800 peserta," ujarnya.
Ia menambahkan, murid yang diterima tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Depok, Bekasi, Ciputat, Tangerang Selatan hingga Palembang.
Keberadaan asrama menjadi salah satu faktor yang membuat sekolah tersebut diminati calon siswa dari luar daerah.
"Karena kami memiliki asrama, jadi banyak siswa yang berasal dari luar Jakarta," katanya.
Untuk jalur penerimaan peserta didik, Faizah menyebut mayoritas siswa diterima melalui jalur madrasah dan jalur reguler dari sekolah dasar.
Sementara itu, sekolah tidak menerapkan sistem zonasi seperti sekolah negeri pada umumnya, namun tetap mempertimbangkan jarak tempat tinggal calon siswa dengan madrasah.
"Kami tidak menggunakan jalur zonasi, tetapi tetap melihat jarak rumah calon siswa dengan madrasah.
Untuk jalur prestasi, tahun ini kami menerima sekitar 10 siswa," tuturnya.
Baca juga: FOTO Hari Pertama Sekolah di SDN Cipayung 04: Murid Baru Ikuti MPLS, Dari Semalam Enggak Bisa Diam
Baca juga: Dinas Pendidikan Jakarta Buka Nomor Aduan Khusus MPLS, Kekerasan hingga Pungutan Boleh Lapor
Baca juga: Cerita Hari Pertama Siswa SLB Jalani MPLS: Ada yang Minta Pulang, Kaget Pertama Tiba di Sekolah