Masya Allah! Ivan Gunawan Ungkap Rahasia Tenangkan Diri Lewat Sedekah
Devi Agustiana July 13, 2026 11:34 AM

Grid.ID – Desainer sekaligus presenter Ivan Gunawan membagikan kisah perjalanan spiritualnya. Pria yang akrab disapa Igun ini memandang aktivitas berbagi atau sedekah bukan sekadar kewajiban moral, melainkan sebuah pelindung hidupnya.

Bagi Igun, mengulurkan tangan untuk membantu sesama merupakan langkah nyata, terutama untuk menjaga kesucian hati dari berbagai pengaruh negatif.

"Karena ternyata yang bisa melindungi kita dari aib, hati yang kotor, permasalahan-permasalahan yang di dunia, buat aku tuh salah satunya sedekah," kata Ivan Gunawan dalam acara Amazing Muharram 15 di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026).

Igun meyakini bahwa kekuatan dari sebuah sedekah sangat besar. Bahkan, bisa mengubah kesulitan menjadi kemudahan dalam kehidupan seseorang.

"Jadi sedekah itu yang bisa mencairkan permasalahan menjadi sebuah kebahagiaan," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengaku tersentuh melihat kepedulian para peserta yang hadir. Banyak di antara mereka yang bersemangat memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan masjid.

Kepedulian ini juga ditunjukkan oleh kerabat dekat Igun yang rela menempuh perjalanan dari luar kota demi memberikan dukungan pada program kebaikan ini.

"Seperti saya waktu itu bangun masjid di Pondok Cabe, itu antusiasnya juga luar biasa. Dan hari ini antusiasnya pun jadi luar biasa, jadi sahabat-sahabat saya dari Bandung, dari Bogor, memang sengaja mereka pengen datang, nungguin momen pembangunan masjid," jelasnya.

Menurut pria 44 tahun itu, esensi sedekah di hadapan Sang Pencipta juga tidak diukur dari seberapa besar nominal yang diberikan, melainkan dari konsistensi dan ketulusan niat.

"Jadi insya Allah teman-teman media juga jangan pernah takut untuk tidak bisa bersedekah. Karena belum tentu sedekah yang besar itu diterima sama Allah, tapi sedekah-sedekah yang kecil, ribuan kalau kita ikhlas dan konsisten insya Allah itu menjadikan ladang kebaikan buat kalian semua juga," jelas Igun.

Lebih lanjut, Ivan Gunawan juga menyampaikan harapannya agar pembangunan fasilitas ibadah seperti masjid dapat memperoleh perhatian yang lebih optimal dari pihak pemerintah.

"Harusnya kan bukan kita yang bangun masjid. Tapi kalau kita nunggu-nunggu, masjidnya ga jadi-jadi. Alhamdulillah kita diberi kemampuan oleh Allah untuk membangun sendiri," tuturnya.

Adapun gerakan sosial ini juga mendapat sambutan yang cukup besar dari masyarakat luas. Founder Cinta Quran Foundation, Ustaz Fatih Karim, mengungkapkan bahwa respons masyarakat terhadap program wakaf ini di luar dugaan.

Dalam waktu tiga jam setelah program resmi diluncurkan, tercatat ada 35 masjid baru yang mendaftarkan diri untuk ikut serta dalam program wakaf tersebut.

"Sedangkan pada awal rencana program digagas sudah mendaftar 16 masjid. Jadi total sudah 51 masjid," kata Ustaz Fatih Karim dalam kesempatan yang sama.

Pihak yayasan menargetkan sebanyak 99 masjid dapat terdaftar hingga Desember 2026. Proses pembangunan serta renovasi ditargetkan selesai secara bertahap hingga akhir tahun 2027 agar tempat ibadah tersebut bisa segera dipergunakan oleh masyarakat.

Adapun fungsi masjid-masjid ini nantinya tidak hanya terbatas sebagai tempat salat, melainkan juga dirancang sebagai pusat edukasi Al-Qur'an, pembinaan ketahanan keluarga, kegiatan dakwah, hingga sarana pemberdayaan ekonomi umat.

Tidak hanya bergerak di dalam negeri, Cinta Quran Foundation juga memperluas jangkauan dakwahnya ke wilayah-wilayah dengan komunitas Muslim minoritas di luar negeri. Setelah berhasil mendirikan Masjid As-Sholihin di Yokohama, Jepang, lembaga ini bersiap meresmikan Masjid Al Ikhlas Centre di Edmonton, Kanada. Ke depan, program pengembangan pusat dakwah ini juga direncanakan menyasar negara Jerman dan Selandia Baru.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.