Serunya MPLS SDN Kaliasin 1 Surabaya, Guru Berkostum Unik dan Ayah Antar Anak ke Sekolah
Wiwit Purwanto July 13, 2026 12:50 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Suasana ceria langsung menyelimuti halaman SDN Kaliasin 1 Surabaya pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).

Para siswa baru disambut guru berkostum hewan laut dan nelayan, sementara deretan ayah tampak menggandeng tangan putra-putrinya menuju gerbang sekolah dalam Gerakan Ayah Mengantar Siswa Baru.

Warna-warni kostum berbentuk ikan, gurita, hingga nelayan menciptakan suasana yang berbeda dari biasanya. Senyum dan tawa anak-anak perlahan menggantikan rasa gugup saat memasuki lingkungan sekolah yang baru.

Kehangatan penyambutan itu menjadi bagian dari konsep MPLS Ramah yang dirancang agar peserta didik merasa aman, nyaman, dan lebih mudah beradaptasi sejak hari pertama.

Kepala SDN Kaliasin 1 Surabaya, Sastro, mengatakan tema "Lautan" sengaja dipilih agar suasana hari pertama sekolah terasa menyenangkan sekaligus menjadi bagian dari implementasi MPLS Ramah.

Baca juga: Tegas Tak Ada Lagi Perpeloncoan Saat MPLS, Dindik Jatim Awasi Ketat di Seluruh Sekolah 

Menurutnya, pendekatan tersebut membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa rasa takut.

"MPLS tematik ini sudah kami laksanakan selama enam tahun terakhir. Dampaknya sangat terasa. Ketika guru menyambut dengan pakaian dinas biasa, anak-anak cenderung takut atau cemberut. Tetapi saat guru memakai kostum yang unik, mereka lebih ceria, berani, dan cepat berbaur," ujarnya.

Ia menjelaskan, tema kehidupan laut juga dipilih karena dekat dengan karakter Kota Surabaya sebagai wilayah pesisir. Melalui konsep tersebut, siswa dikenalkan sejak dini pada kekayaan laut Indonesia, mulai dari berbagai jenis ikan, tiram, hingga garam.

Tahun ajaran 2026/2027 ini, SDN Kaliasin 1 menerima 112 siswa baru sesuai kuota yang tersedia. Seluruh siswa mengikuti rangkaian MPLS dengan antusias.

Gerakan Ayah Mengantar Anak Perkuat Ikatan Emosional

Selain penyambutan yang unik, kehadiran para ayah mengantar anak ke sekolah menjadi pemandangan yang menghangatkan suasana. Banyak ayah memilih meluangkan waktu di tengah kesibukan bekerja demi mendampingi putra-putrinya memasuki babak baru pendidikan.

Salah satu wali murid, Erwin Ardiyansyah, mengaku sengaja meminta izin kepada perusahaan tempatnya bekerja agar dapat mengantar anak bungsunya.

Baca juga: Jelang Masuk Sekolah, Pasar Blauran Diserbu Orang Tua, Penjualan Seragam Naik 30 Persen

"Anak saya yang terakhir. Waktu kakaknya dulu belum ada gerakan seperti ini, jadi diantar ibunya. Menurut saya program ini bagus. Walaupun sibuk bekerja, ayah memang harus menyempatkan mengantar anak sebagai bentuk perhatian dan memberi contoh," katanya.

Erwin yang bekerja di perusahaan swasta bidang transportasi laut mengatakan dirinya telah mengajukan izin sekitar sepekan sebelumnya. Beruntung, pihak perusahaan memahami program tersebut sehingga ia dapat mendampingi anaknya di hari pertama sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan Gerakan Ayah Mengantar Siswa Baru merupakan upaya memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan sekaligus membangun ikatan emosional dengan anak.

"Dispendik memberikan dukungan penuh agar peran pengasuhan tidak hanya bertumpu pada ibu. Kehadiran ayah menjadi penyeimbang yang luar biasa," ujarnya.

Menurut Febrina, momen sederhana seperti mengantar anak ke sekolah, memberi salam, dan pelukan sebelum memasuki kelas dapat menumbuhkan rasa aman serta kebanggaan pada diri anak. Ia berharap semakin banyak ayah yang menyempatkan waktu mendampingi putra-putrinya, meski harus menyesuaikan dengan kesibukan pekerjaan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.