TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Kepala SMKN 1 Kota Sorong, Austinus Hotman Parulian Ompusunggu, menegaskan seluruh informasi mengenai biaya pendidikan.
Khususnya pada Jurusan Geologi Pertambangan, telah disampaikan secara terbuka kepada orang tua dan calon peserta didik sejak proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Menurut Austinus, SMKN 1 Kota Sorong membuka sembilan program keahlian pada tahun ajaran 2026/2027.
Yakni Pemasaran, Manajemen Perkantoran, Akuntansi, serta sejumlah jurusan lainnya, termasuk Geologi Pertambangan.
Ia menjelaskan, delapan jurusan di SMKN 1 Kota Sorong ditempuh selama tiga tahun, sedangkan Jurusan Geologi Pertambangan memiliki masa pendidikan selama empat tahun karena karakteristik pembelajarannya yang lebih banyak dilakukan di lapangan.
“Kami memiliki sembilan jurusan dan masing-masing mempunyai karakteristik tersendiri. Delapan jurusan masa pendidikannya tiga tahun, sedangkan khusus Geologi Pertambangan masa pendidikannya empat tahun,” ujar Austinus kepada Tribunsorong..com, Senin (13/7/2026).
Ia mengapresiasi program pendidikan gratis yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Sorong di bawah kepemimpinan Wali Kota Sorong Septinus Lobat.
Menurutnya, kebijakan tersebut telah membantu meringankan beban masyarakat karena biaya pendidikan bulanan atau yang sebelumnya dikenal sebagai SPP telah ditanggung pemerintah.
Meski demikian, Austinus menjelaskan terdapat sejumlah kebutuhan khusus pada Jurusan Geologi Pertambangan yang tidak dapat dibiayai melalui program tersebut.
Baca juga: Dukung Pendidikan Berkualitas, Orang Tua di Maybrat Diminta Pastikan Anak Hadir di Kelas
Baca juga: Kantor Disdikbud Sorong Dipalang, Urusan Pendidikan 12 Ribu Siswa dan 27 Mahasiswa Terancam Tunda
“Program pendidikan gratis sangat membantu masyarakat. Namun, ada kebutuhan-kebutuhan khusus yang memang tidak dapat ditanggung pemerintah, terutama pada jurusan Geologi Pertambangan karena karakteristik pembelajarannya berbeda dengan jurusan lain,” katanya.
Ia menerangkan, siswa Jurusan Geologi Pertambangan hampir setiap minggu melaksanakan praktik lapangan untuk melakukan pengamatan dan penelitian batuan di berbagai lokasi, mulai dari pegunungan, lembah, hutan, hingga wilayah pesisir.
Lokasi praktik tidak hanya berada di Kota Sorong, tetapi juga di berbagai kabupaten bahkan harus menyeberang ke sejumlah pulau di wilayah Papua.
Karena itu, kata dia, siswa perlu menyiapkan biaya transportasi dan konsumsi selama mengikuti kegiatan praktik lapangan tersebut.
Selain itu, siswa juga diwajibkan memiliki perlengkapan praktik yang memadai, seperti beberapa setel pakaian lapangan serta alat pelindung diri (APD), termasuk helm keselamatan dan perlengkapan keamanan lainnya.
“Peralatan tersebut diperlukan demi keselamatan siswa saat melaksanakan praktik di lapangan. Sementara bantuan seragam dari pemerintah hanya mencakup satu seragam jurusan,” jelasnya.
Austinus menegaskan seluruh informasi mengenai kebutuhan biaya tersebut telah disampaikan sejak awal kepada orang tua dan calon siswa melalui proses wawancara saat PPDB.
Bahkan, pihak sekolah telah menawarkan kepada orang tua agar memilih jurusan lain apabila merasa keberatan dengan biaya praktik yang harus dipersiapkan.
“Sejak awal kami sudah menjelaskan bahwa biaya pendidikan di Jurusan Geologi Pertambangan relatif lebih besar karena kegiatan praktik lapangan dilaksanakan hampir setiap minggu. Kami juga memberikan kesempatan kepada orang tua untuk memilih jurusan lain yang praktik lapangannya tidak sebanyak Geologi Pertambangan,” ungkapnya.
Baca juga: Gelar FGD Bersama Kemendikdasmen, Pemkot Sorong Berkomitmen Perkuat Mutu Pendidikan
Baca juga: Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong Prioritaskan Jalur Zonasi pada SPMB 2026/2027
Namun demikian, lanjut Austinus, sebagian besar orang tua tetap memilih agar anaknya melanjutkan pendidikan di Jurusan Geologi Pertambangan setelah memahami seluruh konsekuensi dan kebutuhan selama masa pendidikan.
Karena itu, pihak sekolah mengaku heran apabila setelah siswa menyelesaikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) masih terdapat pertanyaan mengenai biaya pendidikan di jurusan tersebut.
Untuk memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai proses pembelajaran maupun kebutuhan selama pendidikan di Jurusan Geologi Pertambangan.
Pihak sekolah juga menghadirkan Ketua Program Keahlian Geologi Pertambangan, Gaisler Kateran, guna memberikan informasi secara teknis kepada orang tua maupun masyarakat.(tribunsorong.com/Ismail Saleh)