TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Musibah kebakaran menghanguskan rumah sekaligus tempat usaha milik seniman karawitan Komang Ariawan (50) di Jalan Ciung Wanara, Banjar Palak, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali pada Sabtu 11 Juli 2026 malam.
Ironisnya, kebakaran terjadi saat rumah dalam keadaan kosong karena Ariawan bersama anak sulungnya sedang tampil pada pementasan penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) di Art Center Denpasar Bali.
Kebakaran tersebut menghanguskan dua bangunan beserta seluruh isinya.
Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar dan membuat keluarga Ariawan kehilangan hampir seluruh harta benda serta tempat tinggal.
Berdasarkan keterangan Kapolsek Sukawati, Kompol I Nyoman Wiranata, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 20.30 Wita.
Baca juga: Kronologi Pria Ngaku Wartawan Ngamuk di Hotel Legian Bali: Provokasi Ejek Tamu Hingga Ancam Bunuh
Seorang saksi, Komang Ardika (54), yang tinggal di rumah kos di dekat lokasi, awalnya mencium bau menyengat seperti ban terbakar.
"Saksi keluar dari kamar untuk mengecek sumber bau tersebut. Saat itu kobaran api sudah membesar di sebelah rumah kosnya. Saksi juga mendengar suara ledakan yang sangat keras dari dalam bangunan yang terbakar," jelas Kompol Wiranata, Minggu 12 Juli 2026.
Mengetahui adanya kebakaran, saksi segera memberi tahu warga sekitar, termasuk I Wayan Suranala (47), yang merupakan ipar korban.
Warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi.
Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.10 Wita.
Saat kebakaran terjadi, rumah dalam kondisi terkunci dan tidak ada seorang pun di dalamnya.
Kompol Wiranata menjelaskan, Komang Ariawan sedang tampil pada pementasan penutupan PKB di Art Center Denpasar, sedangkan istrinya sedang mengunjungi orang tuanya di Banjar Palak karena sakit.
Ariawan mengaku berangkat menuju Denpasar sekitar pukul 15.00 Wita bersama anak sulungnya untuk mengikuti pementasan Baris Mebarung.
"Kemarin sedang pentas penutupan PKB, mengiringi kesenian baris mebarung. Pas pulang sampai di Desa Celuk, ada yang menelepon kalau rumah saya terbakar," ujarnya.
Saat tiba di lokasi, api sudah melalap hampir seluruh bangunan.
Kebakaran menghanguskan dua bangunan berukuran 10 x 10 meter dan 12 x 4 meter beserta seluruh isinya.
Barang-barang yang ikut terbakar antara lain satu mesin oven, dua tabung LPG ukuran 3 kilogram, dua unit motor listrik, satu unit sepeda, serta berbagai perabot rumah tangga.
Empat kamar di dalam rumah juga ludes terbakar, termasuk brankas yang berisi barang-barang berharga milik keluarga.
"Kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 miliar," ujar Kapolsek.
Ariawan mengaku keluarganya kini nyaris tidak memiliki harta benda yang tersisa.
"Sekarang sama sekali tidak ada tempat tidur. Cawet pun tidak tersisa," katanya dengan nada sedih.
Dokumen yang berhasil diselamatkan hanya paspor dan KTP, namun kondisinya juga sudah rusak akibat kebakaran.
"Yang berhasil diselamatkan hanya paspor dan KTP, tapi sudah rusak," ungkapnya.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut," ujar Kompol Wiranata.
Sementara itu, Ariawan mengaku belum mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Ia memastikan saat kejadian tidak ada aktivitas mengisi daya motor listrik maupun penggunaan peralatan elektronik yang berpotensi memicu kebakaran.
"Tidak tahu penyebabnya. Tidak ada ngecas. Biasanya memang ngecas motor listrik, tapi saat kejadian tidak ada yang dicas. Semua kabel juga sudah diganti," jelasnya.
Musibah yang menimpa Komang Ariawan turut mendapat perhatian Anggota DPR RI I Nyoman Parta.
Politikus PDI Perjuangan itu langsung mendatangi lokasi setelah mendapat kabar rumah seorang seniman karawitan ludes terbakar saat sedang tampil di PKB.
"Tadi saya pas mengikuti acara jalan santai di Batuyang (Batubulan), saya dengar ada rumah seniman kita yang ludes terbakar saat yang bersangkutan sedang pentas di PKB, jadi saya langsung ke sini, melihat kondisinya langsung," ujar Parta.
Ia mengaku prihatin karena seluruh harta benda korban, termasuk mesin oven yang masih berstatus kredit, ikut hangus dilalap api.
"Semuanya ludes, tidak tersisa satupun barang berharga, isi brankas semua ludes terbakar," ujarnya.
Menurut Parta, Komang Ariawan selama ini dikenal sebagai seniman karawitan yang aktif melestarikan seni budaya Bali. Karena itu, ia berkomitmen membantu menggalang dana untuk meringankan beban korban.
"Sekarang tidak ada yang tersisa, tidak ada tempat tidur. Saya akan berusaha membantu dengan melakukan penggalangan dana. Komang Ariawan selama ini telah banyak mengabdi untuk pelestarian seni dan budaya, sehingga kita wajib memberikan perhatian ketika yang bersangkutan tertimpa musibah," jelasnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut membuat keluarga Komang Ariawan kehilangan tempat tinggal dan harus memulai kehidupan kembali dari nol.
(*)