MPLS Dimulai di Kabupaten Kediri, Disdik Tegaskan Sekolah Ramah Tanpa Perploncoan dan Bullying
Rendy Nicko July 13, 2026 12:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru resmi dimulai di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Kediri pada Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut akan berlangsung selama lima hari sebelum para siswa memasuki proses pembelajaran reguler.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin mengatakan seluruh sekolah telah melakukan tahapan persiapan dan sosialisasi kepada orang tua sebelum MPLS dimulai.

"Jadi mulai hari ini sampai lima hari ke depan semua satuan pendidikan melaksanakan MPLS di sekolah masing-masing sesuai dengan pedoman yang ada," jelasnya usai meninjau MPLS di SMPN 2 Ngasem, Senin (13/7/2026) pagi pukul 10.00 WIB. 

Muhsin menjelaskan, pada hari pertama para siswa baru difokuskan untuk mengenal lingkungan sekolah, mengenal teman-teman baru, serta memahami budaya dan tata tertib sekolah.

Baca juga: SD Sukorejo 3 Kota Blitar Ini Hanya Dapat 5 Siswa Baru, Ada Tujuh Sekolah Minim Siswa

Menurutnya, tema MPLS tahun ini adalah MPLS Ramah yang tekanan suasananya aman dan menyenangkan bagi peserta didik baru.

"MPLS yang ramah ya artinya tidak ada perploncoan, tidak ada bullying, tidak boleh. Kemudian juga tidak boleh ada iuran apapun terkait MPLS," tegas Muhsin.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, siswa juga diajak membangun kebersamaan melalui berbagai permainan edukatif yang bertujuan menumbuhkan kekompakan, keberanian, dan sikap saling menghargai.

Muhsin menambahkan, Dinas Pendidikan juga mendorong keterlibatan orang tua dalam hari pertama sekolah. Salah satu imbauan yang disampaikan adalah gerakan ayah mengantarkan anak ke sekolah.

"Sebagian besar orang tua mengantar anak-anak karena ada imbauan ayah mengantar anak saat MPLS," katanya.

Salah satu sekolah yang melaksanakan MPLS adalah SMPN 2 Ngasem . Pada hari pertama, siswa baru masih diperbolehkan mengenakan seragam SD merah putih sebelum nantinya beralih ke seragam SMP.

Plt Kepala SMPN 2 Ngasem, Sulistyo Wulandari mengatakan sekolahnya memiliki total 12 rombongan belajar, masing-masing empat kelas untuk jenjang VII, VIII, dan IX.

Khusus kelas VII, tahun ini terdapat empat kelas dengan total 128 siswa baru. Kuota tersebut telah terpenuhi seluruhnya.

"Materinya hari pertama ini adalah pengenalan sekolah, diajak ke luar sekolah untuk melihat balai desa dan bangunan sekolah," jelasnya.

Wulandari mengungkapkan minat masyarakat terhadap SMPN 2 Ngasem cukup tinggi. Dari 167 pendaftar, sekolah hanya menerima 128 siswa sesuai kuota yang tersedia.

"Alasan utama banyak mendaftar karena dekat dengan rumah. Dulu radius domisili sekitar 3-4 kilometer, sekarang menjadi 1,8 kilometer sehingga peminat ke sini meningkat," bebernya.

Dia juga menyebut program seni yang mulai dikembangkan sejak sekolah berdiri pada tahun 2023 menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi calon peserta didik. 

Baca juga: SDN 2 Parakan Trenggalek Cuma Diisi 2 Siswa, Jumlah Sekolah di Satu Wilayah Dinilai Jadi Penyebab

"Meski masih baru tapi peminat di sini cukup banyak," tandas Wulandari. 

Di sisi lain, Disdik Kabupaten Kediri mencatat masih terdapat sekitar 800 hingga 1.000 kursi SMP negeri yang belum terisi, terutama di sekolah-sekolah wilayah pinggiran seperti SMPN 2 Papar, SMPN 3 Kras, SMPN 2 Semen, SMPN 2 Kandangan, SMPN 3 Plosoklaten dan SMPN 2 Puncu.

Meski begitu, Muhsin berharap seluruh pelaksanaan MPLS di Kabupaten Kediri dapat berjalan lancar dan menjadi awal yang menyenangkan bagi para siswa baru untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.