TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Puluhan karung sampah berhasil diangkut dari dalam drainase dan kawasan Lapangan Merdeka Pasangkayu, Jalan Andi Depu, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Senin (13/7/2026).
Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, tumpukan karung berisi sampah tampak dikumpulkan di tepi trotoar usai proses pembersihan selesai dilakukan.
Karung-karung tersebut berisi berbagai jenis sampah, namun didominasi gelas plastik bekas minuman, botol plastik, kardus, hingga sampah kemasan makanan yang sebelumnya menumpuk di dalam saluran drainase dan di sekitar area lapangan.
Baca juga: Orang Tua Siswa Ikut Antar Anak-Anaknya ke Sekolah, Hari Pertama MPLS di SDN 066 Polman
Baca juga: Masih Ingin Digendong Ibu, Siswa Kelas 1 SD Rimuku Mamuju Menangis saat Hari Pertama Masuk Sekolah
Jika dibandingkan dengan kondisi sepekan sebelumnya, drainase di depan Lapangan Merdeka kini terlihat jauh lebih bersih.
Saluran air yang sebelumnya dipenuhi sampah sudah mulai tampak terbuka sehingga aliran air tidak lagi tertutup tumpukan sampah.
Meski demikian, masih terlihat beberapa gelas plastik bekas minuman tersisa di dalam drainase.
Jumlahnya memang tidak banyak, namun menunjukkan masih adanya pengunjung yang membuang sampah sembarangan.
Suasana Lapangan Merdeka sendiri tetap ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore hari.
Kawasan ini menjadi tempat favorit warga untuk berolahraga, jogging, bermain sepak bola hingga bersantai bersama keluarga.
Aktivitas tersebut turut meningkatkan volume sampah yang dihasilkan setiap harinya, terutama sampah plastik dari minuman kemasan yang dibeli di pedagang kaki lima sekitar lapangan.
Salah seorang petugas kebersihan, Dahlia, mengatakan proses pembersihan dilakukan dengan mengangkat sampah dari dalam drainase dan mengumpulkannya ke dalam puluhan karung.
Menurutnya, sampah yang menumpuk sebagian besar berupa gelas plastik bekas minuman yang dibuang langsung ke saluran air oleh pengunjung.
"Sudah kami bersihkan, tapi biasanya paling bertahan beberapa hari saja. Setelah itu sampah mulai menumpuk lagi karena masih banyak yang buang sampah sembarangan, bahkan langsung ke dalam drainase," ujarnya.
Ia mengaku kondisi tersebut menjadi pekerjaan rutin bagi petugas kebersihan.
Padahal, di kawasan Lapangan Merdeka telah disediakan karung sebagai tempat penampungan sampah sementara agar pengunjung lebih mudah membuang sampah pada tempatnya.
Namun, masih banyak masyarakat yang memilih membuang sampah begitu saja di sekitar lapangan maupun ke dalam saluran drainase.
Akibatnya, setiap beberapa hari petugas harus kembali mengangkat sampah yang menyumbat saluran air.
Dahlia berharap kesadaran masyarakat dapat meningkat sehingga kebersihan Lapangan Merdeka tetap terjaga.
Menurutnya, menjaga kebersihan kawasan publik bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga seluruh pengunjung.
Selain mengurangi keindahan kawasan, sampah yang menumpuk di dalam drainase juga berpotensi menghambat aliran air saat hujan deras.
Jika terus dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu genangan hingga banjir di sekitar Lapangan Merdeka Pasangkayu. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan