Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Hari pertama masuk sekolah dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagi para siswa baru SDN 20 Kepahiang pada Senin (13/7/2026).
Tawa dan senyum ceria dari guru, kepala sekolah, siswa-siswi, dan orang tua murid menghiasi halaman SDN 20 Kepahiang.
Dengan mengenakan atribut kreatif dari karton serta name tag yang tergantung di leher, para siswa tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan pihak sekolah.
Suasana penuh keakraban terlihat saat mereka bernyanyi, bermain, dan berkenalan dengan teman-teman baru.
Tak hanya siswa yang bersemangat, para orang tua juga tampak mendampingi putra-putri mereka di hari pertama sekolah.
Salah satunya Dedi Adene, yang mengantar putrinya untuk pertama kali menginjakkan kaki sebagai siswa SDN 20 Kepahiang.
"Iya, ini hari pertama putri saya masuk sekolah di SD 20 Kepahiang," ucap Dedi dengan wajah penuh kebanggaan.
Kegiatan MPLS
Menurut Dedi, kegiatan MPLS yang dilaksanakan sekolah diawali dengan sesi perkenalan antara siswa, wali murid, dan para guru.
Setelah itu, anak-anak diajak berdoa bersama sebelum mengikuti berbagai permainan edukatif untuk mencairkan suasana.
"Agenda MPLS hari ini yang pertama memperkenalkan diri, wali muridnya dan sekolahnya, kemudian berdoa serta bermain bersama teman-temannya," kata Dedi.
Bagi Dedi, hari pertama sekolah menjadi momen yang tak terlupakan.
Ia melihat putrinya menunjukkan semangat yang luar biasa sejak pagi hari.
"Anak saya sangat semangat. Dari pagi dia sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah," ungkap Dedi.
Rasa cemas yang biasanya muncul pada hari pertama sekolah pun tidak terlihat pada sang anak.
Justru, menurut Dedi, putrinya mampu beradaptasi dengan cepat dengan lingkungan baru.
"Saya lihat pagi tadi dia cepat beradaptasi dengan guru dan teman-temannya," ujar Dedi.
Alasan Memilih SDN 20 Kepahiang
Keputusan memilih SDN 20 Kepahiang bukan tanpa alasan.
Selain lokasinya yang dekat dengan tempat tinggal, jumlah siswa yang relatif sedikit menjadi pertimbangan tersendiri bagi Dedi.
"Alasan saya memilih SD 20 Kepahiang ini karena dekat dengan tempat tinggal dan muridnya hanya tujuh orang sehingga gurunya lebih fokus dan lebih mudah memperhatikan anak-anak," jelas Dedi.
Ia berharap sekolah tersebut dapat menjadi tempat yang nyaman bagi putrinya untuk belajar, berkembang, dan membangun karakter yang baik.
"Harapan saya sekolah ini bisa memberikan banyak hal baik dan positif untuk anak," harap Dedi.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini