TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasangkayu terus mengintensifkan upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui inovasi SMART-TBC untuk mempercepat penemuan kasus di masyarakat.
Hingga pertengahan tahun 2026, sebanyak 139 kasus TBC telah ditemukan di Kabupaten Pasangkayu. Jumlah tersebut masih berada di bawah target penemuan sebanyak 547 kasus yang ditetapkan sepanjang tahun ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu, drg. Rukman, saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026), mengatakan capaian tersebut bukan berarti jumlah penderita TBC di Pasangkayu sedikit.
Baca juga: Polisi di Mamuju Tengah Kompak Antar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah
Baca juga: Masih Ingin Digendong Ibu, Siswa Kelas 1 SD Rimuku Mamuju Menangis saat Hari Pertama Masuk Sekolah
Menurutnya, masih terdapat kemungkinan adanya penderita yang belum terdeteksi karena belum melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
"Karena itu kami terus memperkuat upaya penemuan kasus secara aktif agar penularan dapat segera diputus," ujar drg. Rukman.
Ia menjelaskan, Dinkes Pasangkayu mengembangkan inovasi SMART-TBC sebagai strategi percepatan eliminasi penyakit tersebut.
Program ini memanfaatkan teknologi informasi, kolaborasi lintas sektor, serta memperkuat peran puskesmas, kader kesehatan, pemerintah desa, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat dalam menemukan kasus TBC lebih dini.
Melalui SMART-TBC, Dinkes melaksanakan skrining aktif di masyarakat, investigasi kontak terhadap keluarga atau orang yang pernah berinteraksi dengan pasien, pemantauan kepatuhan minum obat, dashboard pemantauan capaian program, hingga sistem peringatan dini (Early Warning System).
Rukman menegaskan, TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila ditemukan sejak dini dan pasien menjalani pengobatan secara lengkap hingga tuntas.
Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti batuk selama dua minggu atau lebih, demam berkepanjangan, penurunan berat badan, berkeringat pada malam hari, maupun batuk disertai darah.
"Pemeriksaan TBC tersedia secara gratis di seluruh puskesmas dan rumah sakit. Semakin cepat ditemukan, peluang sembuh semakin besar sekaligus mencegah penularan kepada keluarga maupun masyarakat sekitar," katanya.
Selain memperluas skrining aktif, Dinkes Pasangkayu juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap penderita TBC serta mendorong pasien menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.
Pemerintah Kabupaten Pasangkayu menargetkan percepatan penemuan kasus melalui implementasi SMART-TBC sebagai bagian dari upaya mendukung target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan