TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di TK Kemala Bhayangkari 21, Jalan Bau Massepe, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Senin (13/7/2026), diwarnai berbagai ekspresi siswa baru.
Di tengah suasana tersebut, Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) belum tampak berjalan optimal.
Hal itu terlihat karena mayoritas siswa baru masih diantar oleh ibu mereka.
Kehadiran ayah di lingkungan sekolah pada hari pertama masuk sekolah masih sangat minim.
Padahal, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Sidrap sebelumnya telah mengeluarkan imbauan agar para ayah ikut mengantar anak ke sekolah sebagai bentuk keterlibatan dalam pengasuhan sejak hari pertama pendidikan formal.
Kepala DPPKB Sidrap, Syahrul Mubarak, mengatakan rendahnya partisipasi ayah dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
Selain kesibukan bekerja, masih ada anggapan bahwa mengantar anak ke sekolah merupakan tugas ibu.
"Terkadang ada juga ayah yang sebetulnya mau membersamai anaknya di hari pertama masuk sekolah, tetapi mereka tidak ada izin khusus dari atasan, khususnya pekerja swasta. Selain itu, kesadaran juga belum maksimal karena masih ada yang beranggapan bahwa tugas mengantar anak sekolah adalah pekerjaan ibu-ibu," kata Syahrul Mubarak kepada Tribun-Timur.com.
Meski Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah belum terlihat maksimal pada hari pertama MPLS, semangat anak-anak untuk memulai pengalaman baru tetap terpancar melalui beragam ekspresi khas mereka.
Para siswa baru disambut antusias oleh guru-guru serta pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari yang mendampingi mereka sejak memasuki lingkungan sekolah.
Sebagian anak tampak menangis dan enggan berpisah dari orang tuanya, terutama sang ibu.
Namun, para guru dengan sabar merangkul, menghibur, lalu mengajak mereka bermain dan belajar sehingga perlahan mulai beradaptasi dengan lingkungan baru.
Sekretaris Yayasan Kemala Bhayangkari, Nyonya Andi Sri Mappahairul, menjelaskan MPLS menjadi tahapan penting bagi anak untuk mengenal lingkungan sekolah sebelum memulai proses belajar.
"MPLS ini untuk memperkenalkan lingkungan baru terhadap murid-murid baru TK Kemala. Tidak hanya tentang lingkup sekolah tetapi juga tentang siapa gurunya, berteman dengan teman-teman baru, dan juga belajar dan bermain di lingkungan yang baru," ujar Andi Sri yang mengenakan seragam khas Bhayangkari.
Menurutnya, kegiatan MPLS juga menjadi momentum memperkenalkan berbagai program unggulan yang dimiliki TK Kemala Bhayangkari 21 Sidrap kepada para orang tua siswa.
Sekolah tersebut memiliki beragam kegiatan ekstrakurikuler, seperti drumband, tari-tarian, hingga Latihan Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB), yang menjadi salah satu daya tarik bagi calon peserta didik.
Seorang orang tua siswa, Nur Hayati, mengaku memilih menyekolahkan anaknya di TK Kemala Bhayangkari karena melihat banyaknya program yang dapat menunjang perkembangan anak.
"Banyak kegiatan yang bisa anak-anak kembangkan di sini. Jadi menurut saya sekolah ini bisa menjadi wadah tumbuh kembang yang bagus untuk anak saya," ujarnya.
Rangkaian kegiatan MPLS hari pertama kemudian ditutup dengan pembagian balon berwarna merah muda oleh pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari kepada seluruh siswa baru sebagai penyemangat memasuki dunia sekolah (*)
Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin