Athirah Bone Awali Tahun Ajaran Baru dengan Welcoming Day dan Seminar Parenting
Sudirman July 13, 2026 12:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Sekolah Islam Athirah Bone mengawali Welcoming Day tahun ajaran 2026/2027.

Sekolah Islam Athirah adalah jaringan sekolah swasta unggulan di Makassar dan Bone, Sulawesi Selatan, di bawah naungan Yayasan Kalla.

Welcoming Day digelar di kompleks Sekolah Islam Athirah Bone, Jalan Sungai Musi, Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Senin (13/7/2026).

Sekolah ini berjarak sekitar 4 kilometer dari pusat Kota Watampone.

Tahun ajaran baru melibatkan ratusan orang tua siswa dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Pada hari pertama MPLS, para siswa dan siswi baru tampak mengenakan pakaian bebas yang rapi sesuai ketentuan sekolah.

Baca juga: Kepala SMP Islam Athirah Bukit Baruga Raih Gelar Doktor di UNM, Catatkan IPK Sempurna 4,0

Mereka memasuki aula secara tertib sebelum mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

Tempat duduk peserta diatur terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan.

Seluruh peserta tampak duduk lesehan sambil menyimak materi yang disampaikan oleh kepala sekolah, guru, dan panitia MPLS.

Pembukaan MPLS ditandai dengan pengalungan kartu tanda peserta secara simbolis kepada dua siswa baru, yakni Andhita Ramadani lulusan SDN 41 Samaenre, dan Zaqwan Zaky lulusan SDN 73 Sudu, Kabupaten Enrekang.

Sekolah Islam Athirah Bone menerima 188 siswa baru yang terdiri dari 95 siswa SMA dan 93 siswa SMP.

Mereka diterima melalui dua jalur yakni mandiri dan beasiswa.

Sebanyak 22 siswa SMP dan 15 siswa SMA berhasil lolos melalui jalur beasiswa penuh.

Panitia juga menggelar seminar parenting bertajuk Membangun Daya Juang Anak Melalui Sinergi Orang Tua dan Sekolah.

Seminar menghadirkan Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah III, Syamsul Bahri. 

Syamsul Bahri mengutip pemikiran Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah bahwa kesulitan akan melahirkan kekuatan yang mengantarkan seseorang menuju kesuksesan.

Sistem boarding school yang diterapkan Athirah dirancang untuk melatih kemandirian sekaligus membentuk karakter dan daya juang peserta didik.

Athirah mengembangkan konsep karakter '5 AR', yakni pintar, segar, bugar, tegar, dan benar.

"Generasi yang diharapkan adalah siswa yang memiliki karakter kuat, ikhlas, jujur, tawaddu, disiplin, serta memiliki daya juang tinggi. Komunikasi dan sinergi antara sekolah dengan orang tua menjadi sangat penting," ujarnya.

Setelah seminar, pihak sekolah memaparkan program pendidikan di jenjang SMP dan SMA, termasuk program pembinaan di asrama.

Rangkaian Welcoming Day kemudian ditutup dengan penandatanganan jaminan mutu pendidikan serta surat perjanjian beasiswa yang diwakili masing-masing satu siswa SMP dan SMA bersama orang tua.

Hari pertama sekolah, SMP Islam Athirah Bone juga membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru. 

Sebanyak 90 siswa baru mengikuti MPLS yang dijadwalkan berlangsung hingga 24 Juli mendatang.

Kepala SMP Islam Athirah Bone, Nuraeni, mengucapkan selamat datang kepada seluruh siswa baru dan mengajak mereka memanfaatkan masa pengenalan sekolah sebagai awal untuk membangun karakter, disiplin, serta semangat belajar.

"Melalui MPLS ini, SMP Islam Athirah Bone berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan budi pekerti yang kokoh," katanya.

Siswa baru, Andhita Ramadani, mengaku senang dapat diterima di SMP Islam Athirah Bone.

Ia mengatakan telah lama ingin bersekolah di Athirah karena tertarik dengan sistem pembelajaran dan pembinaan karakter yang diterapkan.

"Saya senang bisa menjadi bagian dari Athirah Bone. Semoga saya bisa cepat beradaptasi, mendapatkan banyak teman baru, dan belajar dengan sungguh-sungguh untuk meraih cita-cita," ujarnya.

Untuk diketahui, Sekolah Islam Athirah Bone berada di bawah naungan Yayasan Kalla dan menjadi salah satu sekolah Islam dengan sistem boarding school di Kabupaten Bone.

Sekolah ini menerima peserta didik dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan serta mengintegrasikan pendidikan akademik, pembinaan karakter, dan pendidikan agama dalam proses pembelajaran sehari-hari.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.