Pria Obesitas 200 Kg di Banyuwangi Meninggal Dunia, Evakuasi Jenazah Libatkan Damkar dan Basarnas
Haorrahman July 13, 2026 12:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Seorang pria berinisial ADS (35), warga Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama sekitar dua hari di RSUD Blambangan. Korban yang memiliki berat badan sekitar 200 kilogram sebelumnya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas.

Proses pemindahan jenazah dari rumah sakit hingga ke rumah duka memerlukan penanganan khusus. Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi serta Basarnas diterjunkan untuk mengevakuasi jenazah menggunakan kendaraan pikap.

Di depan ruang jenazah RSUD Blambangan, sekitar sepuluh petugas mengangkat jenazah dari ranjang menuju peti berukuran besar yang telah disiapkan di atas bak pikap. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Lateng.

Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Banyuwangi, Salam Bikwanto, menjelaskan bahwa ADS sebelumnya dievakuasi dari rumahnya pada Sabtu (11/7/2026) sore untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD Blambangan.

Baca juga: Banyuwangi Full Event, BEC 2026 dan Acara Lain Bakal Bergulir Mulai Minggu Depan, Ini Jadwalnya

Menurut Salam, proses evakuasi saat itu berlangsung cukup sulit karena ukuran tubuh korban. Petugas harus menggunakan teknik dan peralatan vertical rescue untuk mengangkat korban dari dalam rumah menuju kendaraan yang telah disiapkan.

"Petugas yang berangkat ada delapan anggota Damkarmat dan delapan anggota Basarnas. Evakuasi dari rumah sakit juga dibantu oleh warga," kata Salam.

Setelah menjalani perawatan selama dua hari, petugas menerima informasi bahwa ADS meninggal dunia. Tim kemudian kembali diterjunkan ke RSUD Blambangan untuk membantu proses evakuasi jenazah sekaligus mempersiapkan pemakaman.

Baca juga: Dialog Bersama Gibran, Nelayan Banyuwangi Minta Penyederhanaan Perizinan

Dalam proses pemakaman, petugas kembali menggunakan sejumlah peralatan vertical rescue, seperti tali karmantel, tripod, dan katrol. Peralatan tersebut lazim digunakan untuk menangani evakuasi maupun pemakaman jenazah dengan bobot tubuh yang besar agar proses berlangsung aman.

Sementara itu, salah seorang kerabat korban mengatakan ADS sempat mengalami kram pada kaki hingga terjatuh sebelum kondisinya memburuk. Setelah kejadian tersebut, korban mengeluhkan sesak napas dan akhirnya dibawa ke rumah sakit.

"Iya, sebelumnya dia sesak napas. Lalu dibawa ke RSUD," ujar kerabat ADS di Kamar Jenazah RSUD Blambangan.

Selama ini, ADS diketahui mengalami keterbatasan aktivitas akibat obesitas yang dideritanya. Sebagian besar aktivitas sehari-harinya dilakukan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.