Laporan wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo.
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Sebuah SD Neger di Jombang hanya mendapatkan seorang murid baru saat MPLS 2026.
Pagi di SD Negeri Mojongapit 3, Dusun Weru, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, terasa lebih lengang dibanding sekolah dasar pada umumnya.
Tidak terdengar riuh puluhan anak berseragam merah putih yang berebut bangku kelas I.
Tahun ajaran 2026/2027, sekolah negeri yang berada di kawasan perkotaan itu hanya menyambut satu peserta didik baru.
Seorang bocah laki-laki bernama Yoga Pratama (6) menjadi satu-satunya siswa yang memulai perjalanan pendidikan di kelas I.
Baca juga: Sudah Bagikan Seragam-Perlengkapan Sekolah Gratis, SDN di Tulungagung Hanya Dapatkan 2 Siswa Baru
Di ruang kelas yang biasanya dipenuhi tawa dan obrolan anak-anak seusianya, ia akan belajar seorang diri.
Fenomena tersebut menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi SDN Mojongapit 3. Tahun ini, sebanyak 19 siswa kelas VI telah lulus. Namun, hanya satu anak yang mendaftar sebagai peserta didik baru. Akibatnya, jumlah siswa di seluruh sekolah kini hanya tersisa 39 orang.
Kepala SDN Mojongapit 3, Zumaroh Is’adah, mengaku kondisi itu tidak terjadi begitu saja. Menurutnya, rendahnya minat masyarakat, dipengaruhi kekhawatiran orang tua terhadap keterbatasan jumlah guru yang sempat dialami sekolah menjadi salah satu faktor sekolah hanya mendapatkan satu murid baru.
Terlebih, beberapa waktu lalu, sekolah hanya memiliki dua guru kelas. Situasi tersebut memaksa guru mata pelajaran ikut mengajar sebagai wali kelas. Dalam kondisi tertentu, dua kelas bahkan harus digabung agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
"Orang tua sempat menyampaikan kekhawatirannya. Mereka takut kalau kelas digabung, anak-anak tidak mendapatkan perhatian secara maksimal," ucap Zumaroh kepada Tribunjatim.com, Senin (13/7/2026).
Keraguan itulah yang akhirnya membuat sebagian calon wali murid memilih mendaftarkan anak mereka ke sekolah lain.
Kini, keadaan perlahan berubah. Tahun ajaran baru membawa kabar baik setelah sekolah memperoleh tambahan tiga guru kelas. Total guru kelas kini menjadi lima orang, meski masih kurang satu guru untuk memenuhi kebutuhan ideal.
Bagi Zumaroh, tambahan tenaga pendidik menjadi harapan baru untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Ia bersama para guru bertekad meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus pelayanan kepada siswa agar sekolah kembali menjadi pilihan warga sekitar.
"Kami ingin memberikan kenyamanan kepada anak-anak selama belajar di sini. Semoga masyarakat bisa melihat bahwa kondisi sekolah sekarang sudah jauh lebih baik," katanya.
Sementara itu, perhatian khusus juga disiapkan bagi satu-satunya siswa baru di kelas I. Ia memang akan memperoleh pendampingan belajar secara lebih intensif, tetapi sekolah tidak ingin bocah itu tumbuh tanpa teman sebaya.
Guru telah merancang pola pembelajaran yang memungkinkan siswa tersebut belajar bersama kelas lain pada waktu-waktu tertentu. Cara itu diharapkan membuatnya tetap memiliki ruang untuk bersosialisasi dan bermain bersama teman-teman di lingkungan sekolah.
Kisah siswa baru itu juga menyimpan cerita tersendiri. Ia merupakan anak yatim yang pindah ke Jombang bersama keluarganya setelah sang ayah meninggal dunia.
Sebelumnya, kakaknya lebih dulu bersekolah di SDN Mojongapit 3 setelah keluarga mereka berpindah dari wilayah Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Kini, sang adik menyusul menempuh pendidikan di sekolah yang sama.
"Kakaknya duluan yang mutasi kesini di kelas empat kemarin itu, kebetulan ayahnya sudah meninggal, anak yatim, jadi keluarganya pindah ke sini," ungkapnya.
Bagi SDN Mojongapit 3, kehadiran satu murid baru mungkin belum mampu menutup kekurangan jumlah peserta didik. Namun, bagi para guru di sana, satu anak tetap berarti satu harapan yang harus dijaga.
Di tengah ruang kelas yang sunyi, mereka berusaha memastikan semangat belajar tetap tumbuh, sembari menanti hari ketika bangku-bangku kosong itu kembali terisi oleh tawa anak-anak.
"Kami akan tetap memastikan semangat belajar anak-anak tetap ada. Karena orang tua mempercayakan anaknya bersekolah disini, jadi sudah menjadi tugas kami sebagai pendidik untuk mendidik siswa kami di sekolah," pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com