Dinkes Keerom Temukan 25 Kasus Baru HIV/AIDS: Paling Muda Berusia 18 Tahun, 3 Orang Meninggal
Paul Manahara Tambunan July 13, 2026 01:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Niko Laus Marung

TRIBUN-PAPUA.COM, KEEROM - Pemerintah Kabupaten Keerom di Papua mengeluarkan imbauan keras kepada generasi muda dan seluruh masyarakat untuk membentengi diri dari pergaulan bebas.

Langkah ini ditegaskan guna memutus rantai penularan Penyakit Menular Seksual (PMS), khususnya HIV dan AIDS yang kian mengkhawatirkan.

Bukan tanpa alasan, Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom mencatat ada 25 kasus baru HIV/AIDS yang ditemukan sepanjang tahun 2026 ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, dr. Carla Deksiana Susan saat ditemui di ruang kerjanya, Arso Kota, Distrik Arso, Senin (13/7/2026).

Baca juga: Edukasi Masyarakat soal ODHIV dan TBC, Jurnalis Jayapura Diharapkan Ramah Kelompok Rentan

Dokter Carla menjelaskan, temuan 25 kasus positif tersebut didapatkan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan intensif terhadap 1.250 pasien di RSUD Kwaingga, Kabupaten Keerom.

Pemeriksaan menyasar ibu hamil, pasien pra-operasi, hingga kelompok usia remaja.

"Kami diberikan target untuk melakukan tes HIV dan AIDS di tahun 2026 sebanyak 4.803 orang. Sejauh ini yang sudah diperiksa ada 1.250 orang, dan yang positif ada 25 kasus," ungkap Carla kepada Tribun-Papua.com.

Fakta mirisnya, dari puluhan kasus baru tersebut, rata-rata didominasi oleh kelompok ibu hamil dan usia produktif.

"Dari 25 orang ini, hampir rata-rata adalah ibu hamil, dan pasien yang paling muda itu anak usia 18 tahun. Ini yang kita temukan di lapangan," bebernya.

3 Pasien Meninggal Dunia

Dari total 25 kasus baru yang terdeteksi, Dinas Kesehatan langsung melakukan langkah penanganan medis berupa pemberian obat Anti-Retroviral (ARV).

 Namun, tidak semua pasien langsung bisa dieksekusi pengobatannya.

Saat ini, tercatat baru 16 pasien yang sudah rutin menjalankan pengobatan ARV.

Sementara itu, 6 orang lainnya dilaporkan belum siap secara mental untuk menjalani pengobatan.

"Sedangkan 3 orang di antaranya sudah meninggal dunia," jelas Carla.

Baca juga: Kasus HIV di Papua Tengah Mencapai 24.777, Kesadaran Periksa Meningkat

Sebagai informasi tambahan, di luar kasus baru tahun 2026 ini, Dinas Kesehatan Keerom juga masih mendampingi dan menangani 137 pasien HIV/AIDS dari tahun-tahun sebelumnya yang kini tengah aktif menjalani pengobatan ARV.

Di tempat yang sama, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Keerom, Lerviana Sitanggang, menambahkan pihaknya saat ini tengah menunggu kedatangan logistik berupa alat pemeriksaan HIV/AIDS yang baru.

Begitu alat tes tersebut tiba, Dinas Kesehatan berkomitmen untuk langsung tancap gas melakukan skrining (deteksi dini) secara massal dan menyeluruh.

Targetnya tidak main-main, petugas akan menyisir seluruh Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Keerom, termasuk wilayah-wilayah pelosok di bagian atas.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat alat tes sudah tersedia, sehingga kami bisa segera turun melakukan skrining ke Puskesmas-Puskesmas hingga ke wilayah atas," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.