Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Komisi III DPRD NTT meminta manajemen PT Flobamor agar membuat rencana strategis serta fokus pada layanan utama perusahaan dan tidak melakukan ekspansi terhadap unit usaha baru.
Anggota Komisi III DPRD NTT, Filmon Loasana mengatakan, direksi BUMD Pemprov ini untuk tidak terburu-buru mengembangkan seluruh lini usaha perusahaan.
Sebaliknya, direksi diminta menyusun roadmap bisnis yang jelas dan memprioritaskan pembenahan dua sektor utama, yakni Hotel Sasando dan bisnis pelayaran.
Menurut Filmon Loasana, roadmap bisnis menjadi dokumen penting untuk meyakinkan DPRD bahwa direksi baru memiliki kemampuan mengelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut secara profesional dan mampu mengubah kondisi perusahaan menjadi lebih sehat.
"Kami minta dibuat roadmap bisnis yang baik supaya Komisi III bisa diyakinkan bahwa teman-teman direksi yang baru ini mampu mengelola perusahaan," ujar Filmon Loasana, Senin (13/7/2026).
Filmon Loasana, Politisi PSI itu menjelaskan, PT Flobamor memiliki sekitar delapan core business yang akan dikembangkan. Diketahui, perusahaan ini telah disetujui Pemprov dan DPRD untuk diberikan penyertaan modal Rp 12 miliar.
Selain pelayaran dan Hotel Sasando, kata dia, perusahaan juga diarahkan memperkuat sektor UMKM melalui program NTT Mart, serta menjajaki pengelolaan laboratorium kesehatan dan peralatan medis di Sumba Timur maupun Labuan Bajo yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Namun, menurut Filmon Loasana, kondisi keuangan perusahaan saat ini belum memungkinkan untuk mengembangkan seluruh unit usaha secara bersamaan.
Karena itu, Komisi III meminta direksi menyusun skala prioritas dan fokus terlebih dahulu pada unit usaha yang dinilai paling berpotensi menghasilkan pendapatan.
"Karena kemampuan keuangan masih terbatas, kami minta mereka fokus dulu pada core business yang baru. Jangan sampai semua dikerjakan sekaligus lalu justru merugikan perusahaan. Roadmap itu harus menjelaskan target yang ingin dicapai," kata Filmon Loasana.
Filmon Loasana juga menyoroti kondisi aset pelayaran PT Flobamor yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi direksi baru.
Filmon Loasana menyebut KMP Sasando hingga kini belum diperbaiki, termasuk perawatannya. Padahal, kapal tersebut diharapkan dapat kembali beroperasi dan menjadi salah satu sumber pendapatan perusahaan.
Menurut Filmon Loasana, seluruh persoalan yang berkaitan dengan aset kapal harus segera dituntaskan agar kepercayaan publik terhadap PT Flobamor dapat dipulihkan. Saat ini, penyelesaian persoalan kapal masih berada dalam koordinasi Dinas Perhubungan.
"Kita ingin ada kepercayaan atau trust terhadap PT Flobamor. Karena itu semua persoalan, termasuk kapal, harus diselesaikan sehingga aset tersebut bisa kembali menghasilkan pendapatan bagi perusahaan," kata Filmon Loasana.
Filmon Loasana menegaskan, untuk sementara waktu Komisi III DPRD NTT menginginkan direksi memusatkan perhatian pada dua sektor utama, yakni Hotel Sasando dan pelayaran, sebelum mengembangkan enam core business lainnya.
Menurut Filmon Loasana, keberhasilan mengelola dua sektor tersebut akan menjadi tolak ukur awal bagi DPRD dalam menilai kinerja direksi baru. Sekaligus, memastikan penyertaan modal memberi dampak terhadap peningkatan pendapatan perusahaan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (fan)