TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Kecelakaan laut terjadi di perairan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Kapal motor jenis slerek bertabrakan dengan kapal motor gardan milik nelayan setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun satu kapal gardan tenggelam karena rusak parah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal motor gardan yang tenggelam diketahui milik Sunarto, warga Dusun Somangkaan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan.
Baca juga: Sempat jadi Favorit, Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar Resmi Berhenti Beroperasi
Peristiwa bermula ketika kapal motor slerek yang dinakhodai Sugianto sedang dalam perjalanan pulang dari melaut. Di tengah perjalanan, kapal tersebut berpapasan dengan kapal motor gardan hingga akhirnya terjadi tabrakan di perairan Panarukan.
Kecelakaan karena minimnya pencahayaan saat kedua kapal beroperasi menjelang subuh. Kondisi laut yang masih gelap membuat kedua kapal terlambat saling melihat sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Usai bertabrakan, kapal slerek tetap melanjutkan perjalanan menuju dermaga pesisir karena mengalami kebocoran pada lambung kapal.
Sementara itu, kapal gardan mengalami kerusakan lebih parah. Lambung kapal bocor sehingga air laut masuk dengan cepat dan menyebabkan kapal tenggelam.
Baca juga: Kapal Eks-LCT di Ketapang-Gilimanuk Dilarang Mulai 2028, Operator Diberi Waktu 2 Tahun
Meski kapal gardan karam, seluruh anak buah kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri. Mereka dievakuasi oleh nelayan lain yang kebetulan sedang melaut menggunakan kapal gardan di sekitar lokasi kejadian.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP I Gede Sukarmadiyasa, membenarkan adanya kecelakaan laut yang melibatkan dua kapal nelayan tersebut.
"Iya benar, tadi dua nelayan itu kita pertemukan. Tapi masih mau berembuk," ujarnya saat dihubungi, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Gandrung Seblang Subuh Digelar di Atas Kapal Ferry Selat Bali
Gede mengatakan pihaknya telah menyarankan pemilik kapal yang tenggelam untuk membuat laporan resmi ke Polres Situbondo agar proses penanganan dapat dilakukan.
"Ini kami masih menunggunya," katanya.
Menurutnya, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah kondisi gelap dengan penerangan kapal yang kurang memadai sehingga kedua kapal tidak saling terlihat saat berpapasan.
"Untuk ABK semua selamat, hanya kapalnya yang tenggelam," pungkasnya.