POS-KUPANG.COM, KUPANG - Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu melalui pelaksanaan International Council for Open and Distance Education (ICDE) Quality Review 2026 yang dilaksanakan mulai tanggal 5-9 juli 2026 di UTCC Tangerang selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan Universitas Terbuka untuk memperkuat sistem penjaminan mutu, meningkatkan kualitas layanan pendidikan terbuka dan jarak jauh, serta memperkokoh reputasi institusi di tingkat internasional.
ICDE merupakan organisasi internasional yang berfokus pada pengembangan pendidikan terbuka, fleksibel, dan jarak jauh serta menjadi mitra konsultatif UNESCO dalam mendorong akses dan mutu pendidikan tinggi di seluruh dunia.
Melalui layanan ICDE Quality Review Service (QRS), institusi anggota memperoleh kesempatan untuk menjalani penilaian eksternal yang independen guna meningkatkan kualitas layanan akademik dan dukungan kepada mahasiswa.
Pelaksanaan ICDE Quality Review 2026 di Universitas Terbuka dipimpin oleh tiga pakar internasional yang memiliki pengalaman luas di bidang pendidikan terbuka dan penjaminan mutu, yaitu Prof. Linda Amrane-Cooper (University of London, Inggris) selaku Ketua Tim Reviewer, Dr. Sanjaya Mishra, pakar pendidikan terbuka dan pembelajaran digital yang telah berkiprah di berbagai organisasi internasional, serta Prof. Li Kam Cheong (Hong Kong Metropolitan University), salah satu tokoh terkemuka dalam pengembangan pendidikan terbuka dan jarak jauh di kawasan Asia.
Baca juga: Ikatan Alumni Universitas Terbuka Kupang Berikan Beasiswa bagi Mahasiswa UT
Prof. Linda Amrane-Cooper juga menjabat sebagai Ketua ICDE Quality Committee, yang bertugas mengembangkan praktik penjaminan mutu pendidikan terbuka dan fleksibel di tingkat global.
Selama proses review, tim melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan di Universitas Terbuka.
Aspek yang ditinjau meliputi tata kelola institusi, kepemimpinan, sistem penjaminan mutu, pengembangan kurikulum, bahan ajar, proses pembelajaran, layanan mahasiswa, asesmen, pemanfaatan teknologi digital, inovasi pembelajaran, hingga budaya mutu yang diterapkan secara berkelanjutan.
Selain menelaah berbagai dokumen institusi, tim reviewer juga melakukan diskusi dan wawancara dengan pimpinan universitas, fakultas, sekolah pascasarjana, kantor daerah, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta para pemangku kepentingan.
Pendekatan ini bertujuan memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai implementasi sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang diselenggarakan Universitas Terbuka.
Rektor Universitas Terbuka menyampaikan bahwa ICDE Quality Review 2026 bukan sekadar proses evaluasi, melainkan sarana refleksi institusional untuk memastikan seluruh layanan pendidikan terus berkembang sesuai dengan praktik terbaik (best practices) di tingkat internasional.
Baca juga: SMAN 3 Kupang Jadi Lokasi UAS Universitas Terbuka, Libatkan Guru Sebagai Pengawas
"Mutu merupakan fondasi utama penyelenggaraan pendidikan di Universitas Terbuka. Melalui ICDE Quality Review 2026, kami memperoleh perspektif objektif dari para pakar internasional guna memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa, serta memastikan bahwa Universitas Terbuka terus berkembang sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh yang unggul di tingkat global."
Sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh sejak tahun 1984, Universitas Terbuka telah melayani jutaan mahasiswa di Indonesia maupun luar negeri melalui pemanfaatan teknologi digital dan sistem pembelajaran yang fleksibel.
Komitmen terhadap peningkatan mutu telah menjadi bagian dari budaya organisasi yang diwujudkan melalui berbagai akreditasi, sertifikasi mutu, serta evaluasi eksternal secara berkala.
Pelaksanaan ICDE Quality Review 2026 juga menjadi bagian dari agenda internasionalisasi Universitas Terbuka. Hasil review diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, serta mitra internasional terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan di Universitas Terbuka.
Baca juga: Bangun SDM Unggul, Melki Laka Lena Tempuh Seleksi Pascasarjana Universitas Terbuka Kupang
Di sisi lain, rekomendasi dari tim reviewer akan menjadi landasan dalam penyempurnaan kebijakan, penguatan inovasi pembelajaran, serta peningkatan layanan akademik yang berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkualitas, dan berstandar internasional.
Dengan mengedepankan budaya mutu, inovasi, dan perbaikan berkelanjutan, Universitas Terbuka terus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh terkemuka di dunia yang berkontribusi dalam mewujudkan akses pendidikan tinggi bagi semua. (*)