LIGRE Season 2026 Berakhir, Fadhil Arief Pastikan Digelar Dua Kali Setahun
Heri Prihartono July 13, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Bupati Batang Hari MHD Fadhil Arief resmi menutup Liga Remaja Persebri Batang Hari (LIGRE) Season 2026 di Stadion KONI Batang Hari.

Pada penutupan kompetisi sepak bola usia dini tersebut, Bupati Batang Hari memastikan LIGRE akan digelar dua kali dalam setahun sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan pemain muda di Kabupaten Batang Hari.

Fadhil Arief mengatakan penambahan jumlah kompetisi dilakukan agar para pemain memiliki lebih banyak kesempatan bertanding sehingga pengalaman dan kemampuan mereka terus berkembang sejak usia dini.

"Insya Allah ke depan Liga Remaja Persebri akan kita putar dua kali dalam setahun agar anak-anak memiliki lebih banyak pertandingan dan pengalaman," katanya .

Ia mengatakan, kompetisi usia dini tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang mencari gelar juara. Menurutnya, proses pembinaan, pembentukan karakter, kedisiplinan, dan peningkatan kualitas permainan jauh lebih penting dibandingkan hasil akhir pertandingan.

"Semakin sering mereka bertanding, semakin banyak pengalaman yang akan menjadi bekal ketika nanti bermain di level yang lebih tinggi," lanjutnya.

Ia menjelaskan, pengalaman yang diperoleh pemain sejak kelompok umur U-13, U-15, hingga U-17 akan menjadi modal penting ketika memasuki level senior pada usia sekitar 20 tahun.

"Juara atau tidak juara bukanlah tujuan utama. Yang paling penting adalah proses belajar, disiplin, dan terus berkembang. Jangan cepat berbangga diri hanya karena hebat di usia muda," jelasnya.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dengan tidak melakukan pelanggaran batas usia pemain. 

Menurutnya, praktik tersebut hanya akan merusak proses pembinaan sepak bola usia dini yang sedang dibangun.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pelatih yang selama ini membina para atlet muda melalui program Pelatih Tangguh. 

Ia menilai kemampuan teknik dasar pemain mulai mengalami perkembangan, sehingga para pelatih kini memiliki tanggung jawab meningkatkan kecerdasan bermain, insting, dan kemampuan mengambil keputusan di lapangan.

"Banyak pemain yang memiliki kemampuan teknik sangat bagus, tetapi tidak mampu membaca situasi pertandingan. Karena itu kecerdasan bermain juga harus terus dilatih agar mereka tahu kapan harus mengambil keputusan yang tepat," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)

Baca juga: Sopir di Batang Hari Ditangkap saat Hendak Kabur, Buang Kotak Rokok Berisi Sabu

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.