Bupati Hamenang Kenang Momen Jadi Mas Klaten 2010 Silam, Kini Kukuhkan Mas-Mbak Klaten 2026
Rifatun Nadhiroh July 13, 2026 04:15 PM

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Grand Final Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Klaten 2026 telah digelar di Alun-Alun Klaten, Jawa Tengah pada Sabtu (11/7/2026) malam.

 Ada dua orang yang resmi dinobatkan sebagai Mas dan Mbak Klaten 2026.

Mereka adalah Erlangga Farel Wahyu Putra asal Kecamatan Bayat dan Aurelia Kayla Nadindra dari Kecamatan Jogonalan.

Keduanya akan mewakili Klaten pada ajang Pemilihan Duta Wisata Provinsi Jawa Tengah.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan, para pemenang memiliki tanggung jawab untuk menjadi wajah promosi Kabupaten Klaten, terutama di sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.

Baca juga: Sewindu Merawat Candi Sojiwan Klaten, Warga Kebondalem Kidul Menghidupkan Warisan Budaya Hingga Kini

"Alhamdulillah, dari tahun ke tahun kita melihat banyak sosok generasi muda yang lahir dari ajang Mas dan Mbak Klaten kemudian berkembang, terus mengasah kemampuan, hingga sukses di bidangnya masing-masing," katanya, Sabtu (11/7/2026).

Hamenang juga mengenang pengalamannya saat mengikuti ajang yang sama 16 tahun lalu. Menurutnya, suasana malam penobatan Mas dan Mbak Klaten 2026 mengingatkannya pada momen ketika dirinya berdiri di panggung yang sama sebagai peserta.

"Malam kemarin mengingatkan saya pada peristiwa 16 tahun yang lalu. Saya berdiri di panggung yang sama, menjawab pertanyaan dari dewan juri, dan berkomitmen mengabdi untuk Klaten melalui duta wisata," ujarnya.

Ia bersyukur ajang tersebut kembali melahirkan sosok Mas dan Mbak Klaten yang diharapkan mampu membantu pemerintah daerah mengenalkan potensi pariwisata dan budaya kepada masyarakat luas.

"Alhamdulillah telah terpilih Mas dan Mbak Klaten Tahun 2026, Mas Klaten Erlangga Farel dan Mbak Klaten Aurelia Kayla, yang akan membantu saya dalam mengenalkan potensi pariwisata dan budaya kepada masyarakat luas," katanya.

Hamenang berharap Erlangga dan Aurelia dapat tampil maksimal dalam ajang Mas dan Mbak Jawa Tengah.

Selain berkompetisi, keduanya diharapkan mampu membawa nama Kabupaten Klaten semakin dikenal di tingkat provinsi maupun lebih luas.

"Kami berdoa dan memberikan restu untuk berlaga dalam kompetisi Mas dan Mbak Jawa Tengah. Harapan kami, selain berjuang dalam kompetisi tersebut, mereka juga bisa membawa nama Klaten agar lebih dikenal masyarakat," tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan ajang tersebut, termasuk para finalis yang telah berpartisipasi.

Baca juga: Sambung Rasa di Desa Bawukan Kemalang, Bupati Klaten Hamenang Dengarkan Langsung Aspirasi Warga

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan seluruh finalis. Kami berpesan untuk terus mengabdi dan berdampak bagi masyarakat Kabupaten Klaten," pungkasnya.

Menurut Hamenang, perkembangan sektor pariwisata di Klaten menunjukkan tren positif.

Ia menyebut posisi Klaten saat ini berada di peringkat kedua destinasi wisata di Jawa Tengah sehingga perlu dipertahankan melalui kolaborasi berbagai pihak. 

"Hari ini wisata Kabupaten Klaten berada di peringkat kedua di Jawa Tengah. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama," tegasnya.

"Ke depan kita harus terus berkolaborasi meningkatkan sektor pariwisata, memperkuat identitas budaya, serta menggali berbagai potensi daerah," imbuhnya.

Lebih lanjut, Hamenang menegaskan bahwa promosi daerah tidak hanya bertumpu pada destinasi wisata.

"Pariwisata tidak hanya berbicara mengenai destinasi wisata, tetapi juga budaya, sejarah, tradisi, kuliner, hingga ekonomi kreatif yang dimiliki Kabupaten Klaten," jelasnya.

Ia berharap pasangan Mas dan Mbak Klaten 2026 mampu membawa nama baik Kabupaten Klaten di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, Mas Klaten 2026 Erlangga Farel menyampaikan komitmennya untuk turut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui peran yang diembannya sebagai Duta Wisata.

Baca juga: Bupati Hamenang Dorong Penanganan Sampah Hulu hingga Hilir untuk Kurangi Beban TPA Troketon Klaten

"Saya berharap semoga saya bisa memajukan Klaten untuk ke depannya," katanya.

Hal senada juga disampaikan Aurelia Kayla, Mbak Klaten 2026.

Menurutnya, Kabupaten Klaten memiliki beragam potensi yang perlu terus dikembangkan dengan melibatkan peran aktif generasi muda.

"Klaten memiliki potensi yang unggul yang harus dikembangkan, dan kita sebagai generasi muda harus mewujudkannya," katanya.

Grand Final bertema "Echoes of Heritage" berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan masyarakat.

Para finalis tampil mengenakan busana bernuansa tradisional Jawa, sementara pengumuman pemenang disambut tepuk tangan penonton yang memadati kawasan Alun-Alun Klaten.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.