Jakarta (ANTARA) - Dinas Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI menilai Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) menanamkan pentingnya peran ayah dalam komunikasi keluarga.

"Ya sebenarnya kita berusaha agar ayah itu hadir ya bersama seluruh mendampingi anak-anaknya. Jadi membangun keluarga yang ideal," kata Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta Dwi Oktavia usai kegiatan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) di SLBN 02 Jakarta, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin.

Dwi mengatakan keluarga merupakan tempat pertama belajar nilai kehidupan bagi anak. Maka itu, pentingnya komunikasi dengan menerapkan delapan fungsi keluarga.

Melalui delapan fungsi keluarga yang meliputi agama, cinta kasih, perlindungan, pendidikan, sosial budaya, ekonomi, reproduksi, dan lingkungan, setiap anggota keluarga dapat tumbuh sehat, bahagia, serta saling mendukung.

"Ada delapan fungsi keluarga yang semua anggota keluarga perlu terlibat terutama peran orang tua pastinya untuk bisa membangun mulai dari komunikasi," ucap dia.

Maka itu, Dinas PPAPP DKI mengajak peran serta masyarakat terutama para ayah untuk mengantar anak masuk sekolah.

Peran itu juga termasuk para ASN untuk meluangkan waktu bagi sang anak. Hal itu tertuang dalam instruksi Pemprov DKI untuk mempermudah absensi ASN agar bisa mengikuti gerakan tersebut.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 22/SE/2026 tentang Izin Mengantar Anak Sekolah pada Hari Pertama Sekolah.

Aturan ini diterbitkan sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Nomor 17 Tahun 2026.

"Untuk kalangan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI, ada instruksi Sekda yang isinya adalah kepada para ayah untuk meluangkan waktu hari ini atau hari pertama anaknya sekolah untuk mengantar," katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLBN 02 Jakarta, Dedeh Kurniasih berharap kegiatan ini mampu meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang secara optimal.

Terlebih, kegiatan ini sekaligus sebagai tindak lanjut dari Gerakan Ayah Mengambil Raport Anak (GEMAR) dan juga dalam rangka Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah atau (GAMAS).

"Mudah-mudahan dan InsyaAllah kegiatan ini berdampak positif bagi kita semua, khususnya bagi SLB Negeri 02 Jakarta," katanya.

SLB Negeri 02 Jakarta membimbing 230 siswa penyandang disabilitas terdiri dari jenjang SD hingga SMA. Mereka dilatih untuk memiliki kemampuan agar bisa hidup mandiri di masa mendatang.