Tangis Ibu Santri yang Tewas Dibakar Senior, Pecah di Depan Ketua Komisi III DPR
Noval Andriansyah July 13, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Isak tangis ibunda almarhum Sahril Sobirin, santri asal Lombok yang tewas mengenaskan akibat dibakar hidup-hidup oleh seniornya, pecah saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Baca juga: 2 Orang Ditetapkan Tersangka, Kasus 3 Santri Dibakar Senior, 1 di Antaranya Tewas

Di hadapan pimpinan dan anggota dewan, sang ibu yang dirundung duka mendalam memohon keadilan atas kematian tragis anaknya.

Lantaran kondisi psikologisnya yang guncang hebat dan terkendala bahasa, pernyataan sikap serta surat terbuka dari ibu korban dibacakan secara langsung oleh Titi Tantry, perwakilan tim advokasi hukum Hotman 911.

"Saya hanyalah seorang ibu kampung yang miskin dan kini sakit-sakitan karena hancurnya hati melihat anak saya, Sahril Sobirin, dibakar hidup-hidup sampai meninggal dunia."

"Saya mengetuk pintu hati Bapak Presiden dan wakil rakyat, anak saya ke ponpes untuk belajar agama, bukan untuk disiksa, ditelanjangi oleh anak pemilik ponpes lalu dibakar sampai mati," ujar Titi membacakan surat terbuka tersebut di ruang sidang, dilansir Tribunnews.com.

Dalam aduannya, pihak keluarga mendesak adanya atensi khusus dari pusat karena mencium aroma dugaan kongkalikong oleh oknum aparat kepolisian serta pejabat daerah di Lombok Tengah.

Keluarga korban mengaku sempat diabaikan dan ditekan oleh oknum setempat setelah menolak menandatangani surat kesepakatan damai.

Merespons jeritan hati keluarga korban, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan bahwa parlemen tidak akan tinggal diam dan berjanji mengawal ketat penyelesaian kasus asusila dan kekerasan di lingkungan pendidikan agama ini.

“Insya Allah, kami dari Komisi III akan berupaya maksimal mengerahkan kewenangan pengawasan kami agar almarhum dan pihak keluarga bisa mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya," tegas Habiburokhman.

Kasus keji ini sebelumnya mencuat ke publik setelah video kondisi para korban yang menderita luka bakar parah viral di media sosial.

Tragedi bermula dari tindakan perundungan atau bullying berupa menelanjangi santri yang dilakukan pelaku.

Tak terima ulah nakalnya dilaporkan korban kepada pengurus pesantren hingga berujung teguran, pelaku yang gelap mata kemudian membalas dendam dengan membakar tiga juniornya, yang menyebabkan satu di antaranya tewas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.