TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Hari ini menjadi hari pertama pelaksanaan Tahun Ajaran Baru 2026/2027 di seluruh sekolah negeri di Kulon Progo, Senin (13/7/2026).
Hari pertama masuk sekolah diawali dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
SMP Negeri 4 Pengasih menjadi salah satu sekolah yang mulai melaksanakan MPLS pada Senin ini.
Adapun pelajar baru di tahun ajaran baru ini di sekolah tersebut hanya 4 anak.
"Yang diterima dalam sistem ada 5 anak, tapi yang daftar ulang ada 4 anak," kata Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMPN 4 Pengasih, Supriyadi.
Meski hanya ada 4 anak, pihaknya memastikan pelaksanaan MPLS tetap berjalan seperti biasa tanpa kendala.
MPLS akan berlangsung selama 5 hari ke depan, dengan tema "MPLS Ramah" sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Supriyadi mengatakan 4 anak baru ini langsung dipertemukan dengan kakak kelasnya di satu ruangan.
Tujuannya agar mereka segera beradaptasi dan lebih cepat mengenal satu sama lain.
"Kami kolaborasikan anak baru dengan pelajar kelas atas dan tenaga pendidik, dengan kegiatan MPLS dalam konsep menyenangkan," ujarnya.
Usai MPLS, para pelajar akan mulai mengikuti aktivitas pembelajaran.
Supriyadi menyatakan sedikitnya murid tak akan menjadi kendala, justru akan membuat para guru bisa lebih fokus dalam mengajar karena secara personal menjadi lebih dekat.
Ia justru berharap 4 pelajar baru ini bisa memberikan kontribusi dalam bentuk prestasinya.
Sebab akan menjadi bukti bagi masyarakat umum bahwa SMPN 4 Pengasih tetap mampu menghasilkan pelajar berkualitas walau hanya sedikit.
"Jadi tahun depan bisa lebih banyak anak yang berminat mendaftar ke sini," jelas Supriyadi.
Baca juga: Ritual Jamasan Pusaka Agung Pemkab Kulon Progo, Kentongan Pusaka Raksasa Jadi Perhatian
Kontras dengan SMPN 4 Pengasih, pelaksanaan MPLS di SMPN 1 Wates Kulon Progo berlangsung secara meriah.
Apalagi sekolah ini sudah menggunakan gedung baru untuk tahun ajaran ini.
Kepala SMPN 1 Wates, Sugeng Widadi mengatakan total ada 191 pelajar baru yang diterima tahun ini.
Seharusnya ada 192 pelajar sesuai kuota, namun 1 anak memutuskan mundur karena diterima di sekolah lain.
"Kami isi kegiatan MPLS hari ini dengan demonstrasi pelajar dari berbagai ekstrakurikuler (ekskul) agar pelajar baru berminat bergabung ke ekskul yang disukai," kata Sugeng.(*)