Akses Menuju Sekolah Terendam Banjir, Hari Pertama Siswa MPLS di Sebatik Tengah Tidak Maksimal
Junisah July 13, 2026 05:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus awal masuk sekolah di Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (13/7/2026), diwarnai banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.

Meski sebagian besar sekolah tidak terendam, banjir menyebabkan akses menuju sejumlah sekolah sempat terputus. 

Akibatnya, banyak siswa datang terlambat bahkan tidak dapat mengikuti kegiatan MPLS (Maa Pengenalan Lingkungan Sekolah) pada hari pertama.

Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, mengatakan pemerintah tidak meliburkan sekolah. Namun, pihak sekolah diminta menyesuaikan kondisi di lapangan.

"Kalau memang aksesnya belum bisa dilewati, jangan dipaksakan turun sekolah dulu," kata Aris Nur kepada TribunKaltara.com, Senin (13/7/2026).

Baca juga: Tiga Desa di Sebatik Tengah Terendam Banjir Camat Aris Nur: Baru Kali Ini Terbesar Sejak Tahun 2019

Aris Nur menjelaskan kendala utama bukan berada di lingkungan sekolah, melainkan jalan menuju sekolah yang masih tergenang banjir pada pagi hari.

Menurutnya, beberapa siswa akhirnya memilih menunggu air surut sebelum berangkat ke sekolah.

"Ada beberapa siswa yang tidak bisa turun sekolah karena akses jalannya terputus, bukan sekolahnya yang terendam," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat kegiatan MPLS di beberapa sekolah tidak dapat diikuti seluruh peserta didik baru.

Beberapa sekolah yang terdampak gangguan akses antara lain SD Negeri 001 Sebatik Tengah, SD Negeri 003 Sebatik Tengah yang berada di Desa Bukit Harapan serta PAUD Mekar Bangsa di Desa Aji Kuning.

Di SD Bukit Harapan, jumlah siswa yang hadir pada pagi hari jauh berkurang dibanding hari biasanya.

"Di Bukit Harapan tadi hanya sekitar 15 anak yang datang. Bahkan siswa kelas satu hanya satu orang karena rumahnya paling dekat dengan sekolah," ungkap Aris Nur.

Sementara itu, di SD Negeri 001 Sebatik Tengah aktivitas belajar baru mulai berjalan normal sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 Wita setelah air berangsur surut.

"Anak-anak baru mulai berdatangan setelah air mulai surut," katanya.

BANJIR SEBATIK TENGAH - Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, meninjau sejumlah titik terdampak banjir di Desa Aji Kuning, Bukit Harapan, dan Sungai Limau, Senin (13/7/2026). Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab genangan serta menentukan langkah penanganan pascabanjir.(TribunKaltara.com/Istimewa-Kecamatan Sebatik Tengah).
BANJIR SEBATIK TENGAH - Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, meninjau sejumlah titik terdampak banjir di Desa Aji Kuning, Bukit Harapan, dan Sungai Limau, Senin (13/7/2026). Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab genangan serta menentukan langkah penanganan pascabanjir.(TribunKaltara.com/Istimewa-Kecamatan Sebatik Tengah). (ISTIMEWA/Fatimah Majid)

Sekolah Beri Kelonggaran Bagi Siswa

Pemerintah kecamatan bersama pihak sekolah sepakat memberikan kelonggaran kepada siswa yang belum bisa hadir akibat banjir.

Guru-guru juga menyampaikan informasi melalui grup komunikasi sekolah agar orang tua tidak memaksakan anak berangkat apabila kondisi jalan masih membahayakan.

"Ada beberapa yang bertanya di grup sekolah masing-masing, kemudian guru menyampaikan kalau akses belum bisa dilewati, jangan dipaksakan turun sekolah dulu," jelasnya.

Meski banjir telah surut, Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah meminta seluruh sekolah tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih ada.

Aris mengimbau kepala sekolah dan penjaga sekolah memindahkan peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi apabila cuaca kembali memburuk.

"Kami minta kalau nanti malam hujan lagi dan ada potensi banjir, segera amankan barang-barang elektronik. Kalau memang kondisi tidak 
memungkinkan, sekolah bisa menyampaikan informasi kepada orang tua melalui grup sekolah," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga meminta sekolah terus memantau kondisi lingkungan sekitar agar aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman apabila terjadi cuaca ekstrem kembali.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.