Sambut Murid Baru, Disdik Medan Gaungkan MPLS Ramah dan Ajarkan 3 Kata Sakti
Randy P.F Hutagaol July 13, 2026 05:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Kota Medan mengawali Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 secara serentak di seluruh SMP, Senin (13/7/2026). 

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemsos) Muhammad Sofyan menegaskan sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Pembukaan MPLS Ramah tingkat SMP di Kota Medan dipusatkan di UPT SMP Negeri 3 Medan, Jalan Pelajar, Kecamatan Medan Kota, yang ditandai dengan upacara bendera. 

Muhammad Sofyan membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof Abdul Mu'ti. Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, MPLS tahun ini mengusung tema "Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah". 

Melalui tema tersebut, seluruh sekolah diminta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.

"Sekolah yang hebat bukan hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mampu membuat setiap murid merasa aman, diterima, dan terlindungi. Tidak boleh ada kekerasan, perundungan, perpeloncoan, maupun tindakan yang membuat teman merasa takut atau dikucilkan," kata Muhammad Sofyan saat membacakan amanat menteri.

Sofyan juga mengajak para siswa baru membangun budaya saling menghargai melalui gerakan Rukun Sama Teman. Tiga kata sakti diharapkan terus diajarkan kepada para murid. 

"Seperti menyapa teman baru, mengajak bermain teman yang masih sendiri, membiasakan mengucapkan tiga kata sakti yakni "tolong", "maaf", dan "terima kasih", serta berani melapor kepada guru apabila melihat tindakan yang tidak baik," serunya. 

Pesan juga disampaikan kepada para guru dan tenaga kependidikan. Menurutnya, hari pertama sekolah akan menjadi kenangan yang melekat sepanjang hidup seorang anak sehingga guru diminta menyambut peserta didik dengan senyum, sapaan hangat, dan pendampingan yang baik.

Selain itu, Muhammad Sofyan mengingatkan lima komitmen yang harus dipegang para siswa sesuai arahan Presiden RI, yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati dan mencintai orang tua serta guru, belajar dengan sungguh-sungguh, hidup rukun dengan teman, dan mencintai Tanah Air Indonesia.

"Selamat mengikuti MPLS Ramah. Mari kita awali tahun ajaran baru ini dengan semangat untuk menjadi Anak Indonesia Hebat, khususnya anak-anak Kota Medan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Barli Mulia Nasution mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi secara masif kepada orang tua siswa mengenai konsep dan pelaksanaan MPLS Ramah melalui media sosial, pertemuan daring, serta berbagai saluran informasi lainnya.

"Kami berharap orang tua memahami konsep MPLS Ramah sehingga anak-anak merasa nyaman mengikuti hari-hari pertama di sekolah," katanya.

Barli menegaskan seluruh sekolah di bawah naungan Disdikbud Kota Medan wajib menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta bebas dari kekerasan dan perundungan.

"Kami ingin sekolah yang ramah, tanpa bullying. Ada budaya saling menghormati, siswa baru menghormati kakak kelas, kakak kelas menyayangi adiknya, dan seluruh warga sekolah menghormati guru," ujarnya.

Ia menambahkan, Disdikbud Kota Medan juga akan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah untuk memastikan pelaksanaan MPLS Ramah berjalan sesuai ketentuan.

Di sisi lain, Kepala SMP Negeri 3 Medan Bisri Batubara mengatakan MPLS Ramah tahun ini dirancang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dengan menitikberatkan pada pembentukan karakter, akhlak, integritas, dan tanggung jawab peserta didik.

Menurut Bisri, sebanyak 288 siswa baru mengikuti MPLS dengan materi di antaranya program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta pembiasaan budaya 5S, yakni senyum, sapa, salam, sopan, dan santun.

Selain itu, para siswa juga dibiasakan peduli terhadap lingkungan sekolah, seperti menjaga kebersihan kelas serta mematikan lampu dan kipas angin setelah kegiatan belajar selesai.

"Kami berharap melalui MPLS Ramah ini dapat lahir generasi yang mandiri, berkarakter, dan siap menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045," pungkas Bisri.

Turut hadir Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Adlan, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Utara Afrizal Sihotang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Barli Mulia Nasution, Sekretaris Disdikbud Andy Yudhistira, Kepala SMP Negeri 3 Medan Bisri Batubara, para guru, serta peserta didik.

(Dyk/Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.