POSBELITUNG.CO -- Kalender Jawa merupakan salah satu inovasi yang muncul pada zaman Kerajaan Mataram Islam masa Sultan Agung.
Kalender Jawa menjadi sistem yang mengintegrasikan tahun Hijriah dengan penanggalan yang masih dianut masyarakat Jawa.
Hingga kini kalender Jawa masih digunakan dan kerap jadikan untuk mengetahui weton seseorang lewat tanggal lahir.
Baca juga: Profil Biodata Celine Evangelista, Bantah Isu jadi Istri Kelima Jaksa Agung ST Burhanuddin
Mempelajari weton sebagai bentuk budaya atau pengetahuan sejarah diperbolehkan, sebatas tidak diyakini sebagai kekuatan gaib untuk menentukan nasib, rezeki, atau membawa kesialan.
Dalam kalender Jawa, tanggal 13 Juli 2026 merupakan weton Senin Legi dengan wuku Julungpujud.
Sementara untuk neptunya adalah 9, kombinasi dari Senin 4 dan Legi 5.
Tanggal 13 Juli 2026 juga bertepatan dengan 28 Sura 1960 Dal atau 28 Muharram 1448 Hijriah.
Bila menilik Primbon Jawa dan kalender Jawa pada wuku Julungpujud, orang dengan weton Senin Legi memiliki watak lembut dan mudah bergaul.
Baca juga: Kalender Jawa 12 Julli 2026 Weton Minggu Kliwon, Diperingati Hari Koperasi Indonesia
Mereka dikenal ramah dan suka membantu orang lain. Hanya saja, kebaikan mereka ini seringkali dimanfaatkan oleh orang lain.
Oleh karena itu, pemilik weton Senin Legi pada wuku Julungpujud diminta untuk tegas terhadap orang lain.
Jangan terlalu lembek agar tidak terus-terusan dimanfaatkan. Sebagai manusia biasa, Anda tentu bisa menilai seseorang dari karakter dan perbuatannya.
Jika seseorang itu sudah berkali-kali melakukan kesalahan dan merugikan Anda, maka sebaiknya segera ambil keputusan.
Jangan lagi memberikan bantuan kepada orang tersebut, jika hanya merugikan diri Anda.
Ingat, menjaga perasaan sendiri lebih baik saat ini ketimbang harus menjaga perasaan orang lain.
Di sisi lain, pemilik weton Senin Legi juga harus menjadi penengah bagi kelompok yang bertikai.
Sifat kepemimpinan Senin Legi ini sangat dibutuhkan di lingkungan sosial. Ketika ada persoalan, maka Anda wajib menjadi penengahnya.
1. Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Di Indonesia, setiap tanggal 13 Juli diperingati sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Peringatan Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan wujud pengakuan negara terhadap penghayat kepercayaan serta upaya memperkuat nilai keberagaman dan toleransi di Indonesia
Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 135 Tahun 2026 tentang Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Berdasarkan keputusan tersebut disebutkan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki hak yang sama sebagai warga negara.
Mereka dijamin dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2. Hari Batu Internasional
Hari Batu Internasional atau International Rock Day adalah salah satu peringatan unik yang dirayakan setiap tanggal 13 Juli.
Hari Batu Internasional adalah peringatan untuk merayakan batuan, zat padat yang sangat penting bagi kelangsungan hidup umat manusia.
Batuan adalah agregat padat alami yang terdiri dari satu atau lebih mineral atau mineraloid.
Lapisan padat terluar Bumi, litosfer, terbuat dari batuan.
Batuan telah digunakan oleh umat manusia sepanjang sejarah.
Sejak Zaman Batu, batuan telah digunakan untuk membuat perkakas.
Mineral dan logam yang ditemukan dalam batuan sangat penting bagi peradaban manusia.
3. Hari Lemak Daging Sapi
Perayaan unik laik yang diperingati secara global adalah Hari Lemak Daging Sapi atau Beef Tallow Day.
Hari Lemak Daging Sapi yang digagas pada tahun 2017 ini adalah peringatan untuk merayakan dan mengedukasi masyarakat mengenai manfaat lemak sapi murni (tallow) yang sehat, tinggi nutrisi, serta memiliki titik asap tinggi untuk memasak.
Lemak sapi (beef tallow) kaya akan vitamin yang larut dalam lemak, seperti Vitamin A, D, E, dan K, serta kolin yang baik untuk fungsi hati dan perkembangan otak.
(Posbelitung.co/Tribun-Medan.com/TribunBanten.com)