Perkuat Prinsip Keberlanjutan, PT KAI Tanam 25 Pohon Produktif di Lingkungan Balai Yasa Yogyakarta
Muhammad Fatoni July 13, 2026 06:14 PM

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Guna memperkuat prinsip keberlanjutan, PT KAI menanam 25 pohon produktif di lingkungan Balai Yasa Yogyakarta, Senin (13/7/2026).

Penanaman pohon mangga, mundu, duku, nangka, dan sawo beludru tersebut menjadi rangkaian Pekan Olahraga dan Seni Kereta Api (Porsenika) 2026.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin mengatakan penanaman pohon produktif tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan yang berbasis Enviromental, Social, and Governance (ESG) atau Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola.

"PT KAI sudah bertransformasi pada kesenambungan ke depan. Dulu mungkin 3P, profit, profit, profit, tetapi kita bertransformasi menjadi 3P yang baru, profit, people, planet. Tidak hanya berorientasi pada profit perusahaan, tetapi sustainable buat manusia dan alamnya," katanya usai penanaman pohon di Balai Yasa Yogyakarta, Senin (13/7/2026).

Menurut dia, penanaman pohon semakin memperdalam keterlibatan PT KAI dalam menjaga keberlangsungan bumi.

Ia menyebut sepanjang tahun 2026, KAI teah menanam 4.540 pohon.

Sementara sejak 2022 hingga saat ini, KAI telah menanam hampir 100.000 pohon.

• Intensitas Perjalanan KA Meningkat Saat Libur Sekolah, KAI Minta Warga Tak Bermain di Sekitar Rel

Bobby menjelaskan upaya menjaga keberlanjutan di lingkungan KAI tidak berhenti pada kegiatan penanaman pohon.

Pada aspek energi, KAI telah mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya di 92 lokasi. 

Ia mengklaim total kapasitas terpasang mencapai 4.430,65 kilowatt peak dengan potensi pengurangan emisi lebih dari 5.000 ton karbondioksida per tahun.

"Kita akan semakin memperdalam keterlibatan kita dalam keberlangsungan dari bumi ini. Semoga kontribusi sustainability kita untuk bumi ini semakin besar," terangnya.

Lebih lanjut ia menyebut secara operasional KAI juga turun berkontribusi pada penurunan emisi.

Pasalnya ketika masyarakat memanfaatkan kereta api, hanya berkontribusi 34 gram CO2 per kilometernya.

Sementara jika menggunakan mobil berkontribusi sebesar 140 gram CO2.

"Ke depan kita akan mengadopsi teknologi-teknologi ramah lingkungan. Kita merencanakan memperpanjang jalur-jalur KRL-KRL ke depannya, Jabodetabek, kemudian Yogyakarta sendiri, dan Surabaya yang sedang dalam pengerjaan saat ini. Sehingga emisi dari CO2 ini dapat kita tekan,"  imbuhnya. (*)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.