Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mohammad Romadoni
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, merespons kondisi SDN Pandankrajan 1, Kecamatan Kemlagi, yang tidak mendapatkan satu pun peserta didik baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Pemerintah daerah memastikan akan melakukan evaluasi sekaligus pendampingan agar layanan pendidikan di sekolah tersebut tetap berjalan optimal.
Fenomena sekolah tanpa siswa baru menjadi perhatian Dispendik karena berkaitan dengan pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Mojokerto.
Evaluasi akan dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab sekaligus menyusun langkah penanganan yang tepat.
SDN Pandankrajan 1 yang berada di Dusun Pandansari, Kecamatan Kemlagi, menjadi salah satu sekolah dasar negeri yang tidak menerima peserta didik baru pada tahun ajaran ini. Akibatnya, tidak ada pembelajaran untuk kelas I pada tahun ajaran 2026/2027.
Dispendik menilai kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perubahan jumlah penduduk hingga preferensi masyarakat dalam memilih sekolah bagi anak-anak mereka.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan pelayanan pendidikan bagi siswa yang masih belajar di sekolah tersebut akan tetap menjadi perhatian.
Baca juga: Nasib Sekolah Pelosok di Perbatasan Mojokerto, Tak Dapat Murid Baru saat MPLS 2026
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, mengatakan pihaknya terus memantau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di seluruh satuan pendidikan.
"Dinas Pendidikan terus memantau pelaksanaan SPMB di seluruh satuan pendidikan. Terkait adanya sekolah yang belum memperoleh peserta didik baru, hal tersebut akan kami evaluasi," ujar Amsar, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi sekolah tidak memperoleh peserta didik baru, di antaranya kondisi demografi, persebaran penduduk, hingga pilihan masyarakat dalam menentukan sekolah.
"Karena dipengaruhi berbagai faktor, seperti kondisi demografi, persebaran penduduk dan pilihan masyarakat," jelas Amsar.
Ia menegaskan, Dispendik Kabupaten Mojokerto akan memberikan pendampingan kepada sekolah yang terdampak kekurangan siswa agar proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan baik.
"Kami akan melakukan pendampingan kepada sekolah yang bersangkutan, agar layanan pendidikan tetap berjalan dengan baik," jelasnya.
Selain itu, hasil evaluasi terhadap sekolah yang tidak memperoleh murid baru akan menjadi dasar penyusunan kebijakan untuk memperkuat pemerataan layanan pendidikan di Kabupaten Mojokerto.
"Hasil evaluasi ini juga akan menjadi bahan penyusunan kebijakan, untuk memperkuat pemerataan layanan pendidikan di Kabupaten Mojokerto," pungkas Amsar.
Secara terpisah, guru SDN Pandankrajan 1, Ika Prianti, mengaku memahami kondisi sekolah yang kini menghadapi keterbatasan jumlah peserta didik. Menurutnya, selain jumlah siswa yang terus menurun, kondisi bangunan sekolah juga membutuhkan perhatian pemerintah.
Saat ini, Ika mengajar siswa kelas II yang hanya berjumlah empat orang karena pada tahun ajaran baru tidak ada peserta didik yang masuk ke kelas I.
"Sekarang saya mengajar siswa kelas II, karena tidak ada siswa kelas I. Saya berharap pembangunan di SDN Pandankrajan I lebih mendapat perhatian lagi ke depannya," tutupnya.