Demi Antar Anak di Hari Pertama MPLS, Ayah di Kabupaten Tana Tidung Rela Tinggalkan Pekerjaan
Junisah July 13, 2026 07:36 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Suasana hari pertama masuk sekolah di SD Negeri 013 Tana Tidung Jalan Manunggal, Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara ( Kaltara ), Senin (13/7/2026), dipenuhi wajah-wajah ceria para siswa baru yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). 

Sejak pagi, halaman sekolah tampak ramai oleh anak-anak yang datang mengenakan seragam merah putih lengkap dengan tas dan perlengkapan sekolah baru.

Jika biasanya hari pertama masuk sekolah identik dengan para ibu yang mengantar sang anak, pemandangan berbeda terlihat pada hari pertama sekolah di SD Negeri 013 maupun sekolah lainnya di Kabupaten Tana Tidung. 

Pantauan TribunKaltara.com, sejumlah ayah tampak turut mengantar anak-anak mereka hingga ke lingkungan sekolah, mendampingi buah hati memasuki jenjang pendidikan dasar untuk pertama kalinya.

Baca juga: Orang Tua Dampingi Anak di Hari Pertama MPLS SDN 005, Pokja Bunda PAUD Nunukan Beri Dukungan

Salah seorang orang tua murid, Ewa Kurniawan, mengaku sengaja meluangkan waktu untuk mengantar putra semata wayangnya pada hari pertama sekolah karena momen tersebut dinilai sangat berharga.

Menurutnya, kehadiran orang tua di hari pertama menjadi bentuk dukungan agar anak semakin percaya diri dan bersemangat menjalani masa sekolah.

"Pastinya senang. Kita sebagai orang tua ingin melihat bagaimana antusias anak di hari pertama sekolah. Kita juga ingin memastikan anak benar-benar ingin sekolah dan semangatnya tetap terjaga," ujar Ewa kepada TribunKaltara.com.

Ia mengatakan, pendampingan di hari pertama penting agar anak memiliki kesan yang menyenangkan terhadap lingkungan sekolah.

"Jangan sampai di hari pertama mereka sudah merasa kecewa. Paling tidak dengan diantar orang tua, mereka jadi lebih semangat," katanya.

Baca juga: 288 Siswa Baru SMPN 1 Nunukan Ikuti MPLS Ramah, Cegah Perundungan hingga Visi dan Misi Sekolah 

Ewa yang merupakan ASN di Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Tana Tidung mengaku tidak khawatir meninggalkan pekerjaan sejenak untuk mengantar anaknya.

Ia menyebut kebijakan pemerintah yang mendorong orang tua mendampingi anak pada hari pertama sekolah menjadi bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang anak.

"Kebetulan saya ASN di Bagian Hukum Setda. Dengan adanya edaran dari menteri, saya pikir di kantor juga sudah paham dan memaklumi kalau kita mengantar anak ke sekolah," ungkapnya.

Baginya, kesempatan tersebut merupakan momen yang belum tentu terulang kembali.

"Apalagi anak saya cuma satu. Ini bukan lagi momen setahun sekali, tapi bisa jadi sekali seumur hidup," tuturnya.

Ewa mengaku bangga melihat putranya begitu antusias memulai pendidikan di bangku sekolah dasar.

Ia mengatakan semangat belajar anak juga telah dibangun sejak di rumah dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan.

"Alhamdulillah saya melihat antusias anak sangat bagus. Mungkin karena sebelumnya sudah sekolah di TK, jadi sudah terbiasa dengan suasana sekolah. Dari rumah kami juga selalu memberikan dukungan dan mengajarkan bahwa sekolah itu penting untuk masa depannya," jelasnya.

Ayah di KTT antar anak ke sekolah 02 13072026
AYAH ANTAR ANAK - Suasana SDN 013 Tana Tidung Jalan Manunggal, Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Senin (13/7/2026). Terlihat beberapa ayah yang mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah.

Ia juga menyambut baik gerakan ayah mengantar anak ke sekolah yang mulai digaungkan di berbagai daerah.

Menurutnya, keterlibatan ayah dalam pendidikan anak sama pentingnya dengan peran ibu.

"Mungkin ini sudah saatnya ayah yang mendampingi dan terlibat langsung dengan anak. Jangan sampai ayah merasa cukup mencari nafkah lalu menyerahkan semuanya kepada ibu. Anak harus merasakan bahwa dia punya dua orang tua yang sama-sama hadir untuknya," katanya.

Sementara itu, keceriaan juga terlihat dari wajah Muhammad Rafa Akiu, salah seorang siswa baru SD Negeri 013 Tana Tidung.

Dengan senyum lebar, Rafa mengaku tidak sabar mengikuti kegiatan belajar di sekolah barunya.

"Senang sudah masuk SD. Baju sama bukunya baru semua. Ayah Rafa beli banyak buku, jadi senang. Seru juga bisa kumpul sama teman-teman," ucap Rafa kepada TribunKaltara.com dengan gaya khas anak-anak.

Rafa bercerita, sebelum berangkat sekolah dirinya sempat membeli bekal bersama keluarga hingga hampir terlambat masuk sekolah.

Meski begitu, hal itu tidak mengurangi semangatnya mengikuti hari pertama MPLS.

"Tadi pagi sempat beli bekal dulu, hampir terlambat karena belinya lama. Tapi sekarang sudah dapat teman baru, jadi bisa main sama-sama," pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.