TRIBUNNEWS.COM - Mitchell Baker datang ke Timnas Indonesa dengan modal yang cukup menjanjikan.
Sebelum resmi menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), striker berusia 19 tahun itu sempat mencuri perhatian saat mengikuti internal match Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni lalu.
Dalam laga internal tersebut, Mitchell Baker dikabarkan mampu mencetak dua gol atau brace, menunjukkan naluri mencetak gol yang dimilikinya.
Namun, penampilan impresif itu belum cukup untuk menjadi tolok ukur kualitas sesungguhnya.
Piala AFF 2026 dipandang sebagai panggung pembuktian bagi Baker untuk menunjukkan bahwa dirinya layak menjadi andalan baru di lini depan skuad Garuda.
Founder akun Instagram @Pemain.keduabelass, Kurnia Aji, mengungkapkan bahwa Baker memang tampil cukup baik saat menjalani laga internal bersama Timnas Indonesia.
Menurutnya, penyerang yang kini berkarier di Amerika Serikat itu mampu mencetak dua gol saat internal match di Stadion Madya, Jakarta.
"Kemarin memang dia waktu game internal Timnas di GBK dan game internal Timnas yang di Madya terbuka, dia memang bikin masing-masing dua gol kalau enggak salah," ujar Kurnia Aji kepada Tribunnews, Senin (13/7/2026).
"Yang di Madya itu dua gol yang saya lihat. Permainannya so far so good," lanjutnya.
Meski demikian, Aji mengingatkan bahwa performa tersebut masih terjadi dalam pertandingan internal antarpemain Timnas Indonesia.
Karena itu, Baker dinilai masih perlu membuktikan kualitasnya saat menghadapi lawan yang benar-benar kompetitif.
"Kan itu masih game internal. Kita belum melihat langsung ketika dia berhadapan dengan tim lawan yang benar-benar menjadi lawan kita," jelasnya.
Baca juga: Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Dinilai sebagai Investasi Jangka Panjang Timnas Indonesia
Kurnia Aji juga menyoroti bahwa Mitchell Baker belum sempat tampil pada dua laga FIFA Matchday sebelumnya. Hal itu karena ia belum resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan dipanggil untuk adaptasi dengan skuad Garuda.
Saat itu, Baker hanya menyaksikan pertandingan dari tribun sehingga publik belum memiliki gambaran utuh mengenai kualitasnya di level internasional.
"Dua FIFA Matchday kemarin dia enggak main, dia hanya duduk di tribun VIP," ucap pria kelahiran Blora, Jawa Tengah tersebut.
"Jadi belum bisa menyimpulkan permainan Mitch (Mitchell Baker) ini seperti apa, apakah bisa menjawab kekurangan Timnas atau tidak," katanya.
Menurut Kurnia Aji, kesempatan terbaik bagi Baker untuk menunjukkan kemampuannya kemungkinan akan datang di Piala AFF 2026 apabila masuk dalam skuad final pilihan pelatih John Herdman.
Selain ketajamannya di internal match, Mitchell Baker juga memiliki keunggulan dari segi postur tubuh.
Striker yang kini dipinjamkan ke Vermont Green FC itu memiliki tinggi badan mencapai 196 sentimeter, menjadikannya salah satu penyerang tertinggi yang dimiliki Timnas Indonesia.
Kurnia Aji menilai keunggulan tersebut bisa menjadi senjata Garuda, terutama dalam duel udara.
"Mungkin kita bisa mengandalkan dia di heading karena posturnya tinggi banget," kata Aji.
Meski demikian, ia menilai Baker masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan permainan Timnas Indonesia.
"Nanti kita bisa lihat saat Piala AFF, apakah Mitch bisa menyelaraskan permainan dengan skuad Timnas atau masih perlu waktu buat adaptasi," ujarnya.
Mitchell Baker sendiri baru saja resmi menjadi WNI setelah menjalani pengambilan sumpah kewarganegaraan di Kementerian Hukum, Jakarta, pada Senin (13/7/2026).
Usai prosesi tersebut, ia langsung bertolak ke Bali untuk kembali bergabung dengan pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia sebagai persiapan menghadapi Piala AFF 2026.
Jika berhasil masuk dalam daftar 26 pemain terakhir pilihan John Herdman, turnamen tersebut akan menjadi panggung pertama bagi Mitchell Baker untuk membuktikan bahwa ketajamannya di internal match bisa berlanjut saat menghadapi lawan-lawan sesungguhnya di pertandingan resmi.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)