Supir Mulai Lelah Antre Berjam-jam Demi Solar Subsidi di Sidrap Sulsel
Muh Hasim Arfah July 13, 2026 08:22 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP- Antrean untuk mendapatkan solar subsidi masih menjadi pemandangan hampir setiap hari di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Antrean tersebut terpantau di SPBU Pertamina Pangkajene, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Senin (13/7/2026).

Lokasi SPBU yang berada di depan Masjid Agung Sidrap yang juga menjadi jalur utama poros Sidrap-Palopo itu dipenuhi truk yang mengantre sejak pagi.

Salah seorang yang merasakan dampaknya adalah Ihsan, sales Megah Mie yang rutin mendistribusikan barang dari Makassar ke sejumlah toko ritel di Sidrap.

Ia mengatakan bahwa sebenarnya ia berencana kembali ke Makassar pada hari ini, Senin (13/7/2026).

Namun, indikator bahan bakar pada mobil yang digunakannya sudah menyala sehingga ia memutuskan ikut mengantre solar.

Menurut Ihsan, antrean panjang bukan lagi hal baru dalam pekerjaannya.

Baca juga: Sopir Truk Harus Antre 19 Jam Gegara Solar Langka di SPBU Barru

Ia mengaku beberapa kali harus menunggu selama berjam-jam hingga mendapat giliran mengisi bahan bakar.

"Tadinya saya sudah mau pulang, tetapi indikator solar sudah menyala, jadi saya antre dulu. Antre begini melelahkan karena bisa menunggu berjam-jam baru dapat," ujar Ihsan kepada Tribun-Timur.com.

Akibat lama antrean, distribusi barang ke sejumlah toko kerap mengalami keterlambatan.

Kondisi itu, kata Ihsan, membuatnya beberapa kali mendapat teguran dari perusahaan.

"Menunggunya yang bikin capek. Kadang juga sudah dapat teguran dari kantor. Tapi bagaimana lagi, solar adalah bahan bakar utama kendaraan kami. Kami hanya bisa menjelaskan kondisi yang sebenarnya," tambahnya.

Antrean solar tidak hanya berdampak pada aktivitas para sopir angkutan barang.

Keberadaan truk yang antre di bahu jalan juga memicu kemacetan dan dikeluhkan pengguna jalan lainnya.

Salah seorang warga, Kasni, mengatakan kemacetan hampir selalu terjadi pada pagi hari saat masyarakat berangkat bekerja dan mengantar anak ke sekolah.

"Kalau pagi, apalagi di depan Masjid Agung, hampir selalu macet. Selain karena lampu merah, juga karena truk yang mengantre mengambil sebagian bahu jalan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidrap, Andi Bahari Parawansa, mengatakan, antrean solar bukan hanya terjadi di Sidrap.

Menurutnya, persoalan tersebut merupakan fenomena yang juga dialami banyak daerah di Indonesia.

"Antrean truk itu saya kira problem nasional. Tidak hanya di Sidrap, tetapi juga di daerah lain. Solusinya, Pertamina perlu menambah kuota agar antrean tidak lagi menyebabkan kemacetan di jalan poros," kata Andi Bahari Parawansa saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Hingga kini, antrean solar masih menjadi tantangan bagi kelancaran distribusi barang maupun arus lalu lintas di Kabupaten Sidrap.

Masyarakat berharap pemerintah bersama Pertamina dapat menghadirkan solusi agar pasokan solar subsidi lebih memadai dan antrean panjang tidak terus berulang (*)

Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.