Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Ajukan Flafon Sementara APBD 2027 Sebesar Rp 1,27 Triliun
Aldi Ponge July 13, 2026 07:46 PM

TRIBUNGORONTALO.COM - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengajukan rancangan Flafon Anggaran Sementara Angaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2027 ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo pada Senin (13/07/2026).

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Gorontalo dalam penyampaian rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara APBD Provinsi Gorontalo 2027.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo  La Ode Haimudin ini dihari Ketua dan anggota DPRD serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Gorontalo.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengajukan rancangan Flafon Anggaran ddddd
APDB - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengajukan rancangan Flafon Anggaran Sementara Angaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2027 ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo pada Senin (13/07/2026).

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan penyusunan KUA PPAS dilandaskan aturan perundang-undangan. 

"Pendapatan daerah Rp 1,27 triliun yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah Rp 473,45 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp 797 miliar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 400 juta," katanya.

Mantan Wakil Gubernur Gorontalo 2 periode ini menjelaskan perkiraan pendapatan daerah ini belum memperhitungkan pendapatan dana tranfer dari pemerintah pusat yang bersumber dari dana bagi hasil, dana reboisasi, perkebunan sawit, dana alokasi umum spesifik atau DAU telah ditentukan pendanaannya serta dana insentif fiskal

"Ini masih harus menunggu UU APBN tahun 2027 ditetapkan dan peraturan presiden RI tentang rincian alokasi dana transfer ke daerah," kata Suami Nani Mokodongan ini.

Alumnus S3  Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga ini menegaskan jika terdapat kenaikan dana bagi hasil sumber daya alam, Pemprov akan memprioritaskan akan alokasikan dana untuk pembangunan jalan dan jembatan. 

"Belanja daerah 2027 diperoyeksikan sebesar Rp 1,25 triliun terdiri lagi belanja operasi Rp1,7 triliun, belanja modal Rp 26 miliar belanja tidak terduga Rp 5 miliar dan belanja transfer Rp 152 miliar," ungkapnya

Mantan dosen Lemhanas menjelaskan dibandingan dengan dana pendapatan dengan rencana belanja akan terjadi surplus sebesar Rp 21,9 milar yang digunakan untuk pembiayaan daerah. 

"Pembiayaan daerah direncanakan, penerimaan pembiayaan sebesar sisa lebih dari perhitungan anggaran tahun sebelumnya yang kami predisikan Rp 0,-. pengeluaraan pembiayaan sebesar Rp 2,9 miliar untuk penyertaan modal daerah ke PT Bank SulutGo sebesar Rp 5 miliar dan pembayaan cicil pokok utang PEN 2021 sebesar Rp 16,9 miliar," katanya.

Dia menambahkan pembiayaan sebesar Rp 21,93 miliar sehingga dengan berimbangnya antara pendapatan dan belanja serta pembiayaan daerah tidak terdapat sisa lebih kurang pembiayaan tahun 2027.

"Ini tentunya akan dibahas lebih lanjut bersama TAPD ekskutif dan badan anggaran DPRD Provinsi Gorontalo," katanya.

Mantan Ketua DPD Partai Demokrat Gorontalo ini optimis akan mendapatkan transfer anggaran lebih besar dari tahun anggaran 2026. Katanya, melihat posisi anggaran tersebut diakuinya belum cukup untuk membiaya akselarasi pembangunan ekonomi.

"Tetapi dengan jumlah apapun itu, kami terus berupaya memanfaatkan ini anggaran terbatas ini dengan sebaiknya," tegasnya

Dia optimasi akan memperoleh tambahan anggaran dan program pemerintah pusat khususnya program strategis presiden untuk masuk ke Gorontalo.

"Kami proyeksikan untuk tahun 2027, hilirisasi ayam teringrasi akan segera bisa terbang. Posisi sekarang sudah administrasi penggunaan lahan di kanwil BPN," ungkapnya

Selain itu, Provinsi Gorontalo mendapat bantuan tanam padi sawah model baru seluas 6.250 hektare dari Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut sebagai penghargaan atas suksesnya Penas petani nelayan di Gorontalo.

"Kita mendapat alokasi untuk model padi sawah model baru yang sudah dipelihatkan di Penas. 1 hektare dapat 10-12 ton, kalau biasa hanya 4,5-5 ton. Kita mulai tahun ini sampai musim tanam 2027," ungkapnya (*/ald)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.