Berkah Dana Jadup, Bengkel Motor di Aceh Tamiang Raup Untung Melimpah
Nurul Hayati July 13, 2026 08:38 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG — Roda ekonomi warga korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang perlahan mulai berputar kembali.

Hal ini menyusul cairnya bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dari pemerintah, yang langsung dimanfaatkan masyarakat untuk memulihkan aset penting mereka, termasuk alat transportasi.

Pantauan Serambinews.com di sejumlah bengkel sepeda motor yang mendadak kebanjiran orderan.

Salah satunya di Kampung Sungailiput, Kecamatan Kejuruanmuda, Aceh Tamiang.

Sejak beberapa hari lalu, puluhan kendaraan tampak menunggu antrean perbaikan.

Wahyu Wardani, salah seorang montir bengkel di bengkel itu, membenarkan adanya lonjakan konsumen yang sangat signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, ramainya bengkel ini berkah dari cairnya dana bantuan kedaruratan tersebut.

"Bengkel banyak orang berdatangan membetuli motornya habis terendam banjir kemarin. Pas kali kan jaminan hidup (jadup) udah pada banyak yang cair," kata Wahyu saat ditemui di bengkelnya, Senin (13/7/2026).

Wahyu menjelaskan, kerusakan kendaraan yang dibawa warga cukup bervariasi, mulai dari kendala ringan hingga berat.

"Bervariasi kendalanya, tergantung keluhan. Ada yang servis saja seperti ganti oli, cuci karburator, saringan hawa, dan ada juga yang sampai bongkar mesin," paparnya.

Baca juga: Dihantui Ancaman Inflasi, Harga Kebutuhan Pangan di Aceh Tamiang Masih Stabil

Dari sekian banyak kendaraan yang mengantre, ia menyebut jenis motor matik menjadi yang paling mendominasi.

Untuk menyiasati antrean yang membeludak, Wahyu terpaksa menambah satu hingga dua orang pekerja tambahan.

Waktu operasional bengkel pun terpaksa diperpanjang demi melayani semua konsumen.

"Saking banyaknya kita nambahin pekerja satu sampai dua orang. Kadang kalau penuh kali bengkel, kita buka sampai malam. Pernah kami baru tutup sampai pukul 01.00 malam," ungkapnya.

Kerja keras tersebut berbuah manis. Wahyu mengaku omzet bengkelnya melesat tajam dibanding hari-hari biasa.

Dalam sehari, ia kini bisa mengantongi keuntungan bersih hingga Rp 1 juta.

Lagipula, lanjut Wahyu, bukan bicara untung rugi saja.

Ia sadar betul, sebagian besar warga di Sungailiput menggantungkan hidup dari bertani. 

Tanpa sepeda motor, para petani di sini otomatis lumpuh dan tidak bisa pergi ke sawah atau ladang untuk mencari nafkah.

"Ya dengan dibetulkan motornya, mungkin kami bisa sedikit membantu. Apalagi kan memang perlu untuk ke ladang, karena di sini mayoritas kan petani, untuk berangkat ke sawah atau ke ladang," tuturnya.

Manfaat dana Jadup ini dirasakan langsung oleh Muhammad Agus, salah satu pelanggan yang ikut mengantre di bengkel sejak pagi.

Agus membawa motornya yang mati total akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu.

"Ini mesinnya mati, terendam banjir kemarin," kata Agus

Bukan itu saja, lanjut dia, prioritas utamanya setelah memegang uang Jadup bukanlah untuk kebutuhan konsumtif, melainkan memperbaiki motor agar dapur rumah tangganya bisa kembali mengepul.

"Lagi ada uang, manfaatin terus benerin motor. Karena susah juga mau ke ladang enggak ada kendaraan," ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah yang telah mencairkan bantuan tersebut di waktu yang tepat.

Bagi masyarakat kecil yang terdampak bencana, dana Jadup sangat mendongkrak ekonomi keluarganya.

"Ya terima kasih juga sama pemerintah. Keluar jaminan hidup bisa agak membantu kami yang masyarakat kecil ini," pungkas Agus. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.