TRIBUNMANADO.CO.ID, Bitung - Dihadapan 448 peserta didik baru SMP Negeri 2 Bitung, Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE katakan Masa pengenalan lingkungan Sekolah (MPLS) bukan ajang perpeloncoan, intimidasi, apalagi kekerasan.
MPLS proses pengenalan lingkungan sekolah yang edukatif, menyenangkan, dan menghormati hak-hak anak.
"Kami ingatkan di masa MPLS seluruh satuan pendidikan di Kota Bitung diminta memastikan tidak ada lagi praktik bullying, diskriminasi, intoleransi, maupun bentuk kekerasan lainnya," tegas Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE saat menyampaikan amanat di Upacara Bendera awal masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 di halaman SMPN 2 Bitung jalan Siswa Kecamatan Madidir, Senin (13/7/2026).
Momentum tersebut dirangkaikan dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMP Negeri 2 Bitung, diikuti 448 siswa baru kelas VII.
Menurut Wali Kota Hengky, Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi semua.
Tidak boleh ada anak yang merasa takut datang ke sekolah.
Tidak boleh ada anak yang merasa dikucilkan karena latar belakang, kemampuan, agama, suku, ataupun kondisi ekonominya.
Pemerintah Kota Bitung komit, dalam hal menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
"Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman," tambahnya.
Karena sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi harus menjadi "rumah kedua" yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, inklusif, serta melindungi seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang apa pun.
Menurut Hengky, pelaksanaan MPLS Ramah harus berpijak pada tiga prinsip utama, yakni ramah anak, ramah lingkungan, dan ramah biaya, sehingga setiap peserta didik dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa tekanan maupun beban tambahan bagi orang tua.
Ia berharap seluruh sekolah di Kota Bitung mampu menciptakan suasana belajar yang hangat, penuh kepedulian, dan saling menghargai sehingga benar-benar menjadi rumah kedua bagi setiap anak untuk bertumbuh, berprestasi, dan membangun karakter.
Hengky juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru sekaligus mengajak mereka memulai perjalanan pendidikan dengan semangat, optimisme, dan tekad kuat untuk terus belajar serta mengembangkan potensi diri.
"Hari ini merupakan awal dari perjalanan baru untuk belajar, bertumbuh, membangun persahabatan, serta mengembangkan potensi diri demi meraih cita-cita," kata dia.
Sebagai simbol dimulainya MPLS Ramah Tahun 2026, Wali Kota memasangkan kartu tanda peserta kepada siswa baru serta menyerahkan bantuan seragam sekolah bagi peserta didik jalur afirmasi.
Langkah tersebut menjadi bukti nyata keberpihakan Pemerintah Kota Bitung dalam memastikan akses pendidikan yang adil, merata, dan dapat dinikmati seluruh masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.
Turut hadir di kegiatan tersebut Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia Dr Jeffry Wowiling, M.Si Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung Fonny Tumundo, M.Pd, Kepala DPPKB Kota Bitung Dr Heidy Malingkas.
Kepala SMP Negeri 2 Bitung Tommy Mouddy Paat S.Pd dan Ketua Panitia MPLS Tahun 2026/2027 Dortje Leny Haring M.Pd.K.
(TribunManado.co.id/Crz)