Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Momen hari pertama masuk sekolah menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi seorang nenek asal Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, jawa Tengah.
Demi mendampingi cucu pertamanya yang baru masuk SD, ia rela menunggu selama kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung di kantin SDN 1 Matesih, Senin (13/7/2026).
Nenek tersebut bernama Wiwik Sukarniawan (54). Ia mengaku bahagia sekaligus bangga bisa mengantarkan cucunya menjalani hari pertama sebagai siswa sekolah dasar.
"Saya menunggu cucu saya, pertama kali masuk SD, Alhamdulillah saya bangga cucu saya sekolah di sini," kata Wiwik saat ditemui di kantin SDN 1 Matesih, Senin (13/7/2026).
Wiwik menjelaskan, dirinya menggantikan anak dan menantunya yang sedang bekerja untuk mengantar sang cucu ke sekolah.
Ia memilih tetap menunggu di kantin sekolah karena cucu pertamanya itu masih belum berani ditinggal sendirian.
"Ini cucu pertama saya yang saya antar ke sekolah pertama kali, saat ini saya masih tunggu, pokonya nanti, kalau sudah berani saya tinggal dan saya sudah percaya dengan guru-guru di sini," kata dia.
Baca juga: SPMB 2026 Berakhir, SDN 3 Blumbang Karanganyar Nihil Murid Baru
Ketua MPLS SDN 1 Matesih, Ibrahim Hasanuddin, mengatakan kegiatan MPLS dirancang untuk membantu siswa baru mengenal lingkungan sekolah, mulai dari tata tertib, guru, karyawan, hingga kakak kelas.
"Kita susun program, sosialisasi murid baru, setelah itu kami berupaya membuat program MPLS ramah," ujarnya.
Baca juga: Kisah SDN 3 Blumbang Karanganyar, Tak Punya Siswa Baru hingga Tak Gelar MPLS
Ia menjelaskan, seluruh rangkaian MPLS melibatkan para guru SDN 1 Matesih.
Sementara kakak kelas hanya berpartisipasi dalam penampilan seni dan olahraga.
Tahun ajaran ini, SDN 1 Matesih menerima sekitar 48 siswa baru yang terbagi ke dalam dua rombongan belajar (rombel).
"Yang terlibat semua bapak ibu guru, kakak kelas hanya terlibat dalam penampilan, seni maupun olahraga, dan selama MPLS di SDN 1 Matesih tidak ada unsur memploncoan dan mengedepankan pengenalan sekolah, guru, teman satu angkatan, kakak kelas hingga kesenian dan budaya yang ada di sini," pungkas dia.
(*)