TRIBUNJAKARTA.COM - Eko Minsya Saputra kembali menjadi sorotan publik setelah video yang diduga memperlihatkan dirinya melakukan pelecehan terhadap food vlogger asal Korea Selatan, Kelly, viral di media sosial.
Di tengah ramainya perbincangan tersebut, restoran MakanQ di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengumumkan bahwa Eko tidak lagi menjadi bagian dari perusahaan.
Pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagram resmi MakanQ.
Dalam unggahannya, manajemen menyebut keputusan tersebut mulai berlaku sejak pengumuman disampaikan kepada publik.
"Menanggapi isu dan situasi yang tengah berkembang, kami dari manajemen MakanQ ingin menyampaikan informasi bahwa mulai hari ini, saudara Eko Minsya sudah tidak lagi menjadi bagian dari MakanQ," tulis akun Instagram MakanQ pada Senin (13/7/2026).
Manajemen MakanQ juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan dan seluruh pihak yang merasa terdampak oleh polemik tersebut.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh pihak dan pelanggan setia atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Situasi ini menjadi evaluasi besar bagi kami untuk terus berbenah dan menjaga nilai-nilai yang kami yakini," lanjut pernyataan tersebut.
Tak hanya itu, restoran MakanQ juga menjadi sasaran kritik dari warganet.
Sebelumnya, nama Eko Minsya Saputra menjadi perhatian publik setelah video yang diduga memperlihatkan dirinya melakukan pelecehan terhadap Kelly kembali beredar luas di media sosial.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada 2024 saat Kelly sedang menyantap makanan di restoran Makassar milik Eko yang bernama MakanQ.
Di tengah ramainya perbincangan, Eko sempat mengunci akun Instagram pribadinya sebelum akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui akun Threads.
Dalam pernyataannya, Eko mengakui bahwa pria yang terlihat dalam video viral tersebut adalah dirinya.
"Sebelumnya, saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi di Threads belakangan ini. Video yang sedang beredar tersebut memang benar adalah saya. Peristiwa dalam video itu merupakan kejadian yang terjadi pada tahun 2024 dan melibatkan Kelly," tulis Eko.
Eko juga mengatakan dirinya telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada 2024 serta telah berkomunikasi dengan Kelly melalui pesan langsung (DM) sebagai bagian dari penyelesaian persoalan tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan tidak bermaksud menghindari tanggung jawab ataupun mencari pembenaran atas kejadian tersebut.
"Terlepas dari bagaimana video itu kembali tersebar, saya memahami bahwa perhatian publik kembali tertuju pada kejadian tersebut. Oleh karena itu, saya kembali menyampaikan permohonan maaf kepada Kelly dan kepada seluruh pihak yang merasa kecewa atau terganggu akibat kejadian ini. Saya tidak bermaksud menghindari tanggung jawab ataupun mencari pembenaran," tulisnya.