Ketua DPRD Ambon Minta Maaf, Erosi Sungai Wailela Belum Tertangani Sejak 2022
Ode Alfin Risanto July 13, 2026 09:03 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Erosi Sungai Wailela di Negeri Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, kian parah. Bencana tersebut tidak hanya menghanyutkan puluhan makam warga, tetapi juga memutus akses jalan serta mengancam kebun dan rumah di bantaran sungai.

Menanggapi kondisi itu, Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits Tamaela, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak. Ia mengakui, sejak 2022 hingga 13 Juli 2026, penanganan belum dilakukan secara optimal.

Baca juga: Kebakaran Hutan Selama 3 Hari di Bula Makin Meluas, Api Nyaris Capai Mesin PLTD

Baca juga: Kapolda Maluku Beri Alat Olahraga tuk Pemuda Hitu dan Wakal, Dorong Jauhi Narkoba dan Kriminalitas

Padahal, berbagai upaya telah dilakukan warga, mulai dari melayangkan surat ke sejumlah dinas, melakukan penanganan sementara, hingga menggelar aksi demonstrasi di Kantor Balai Wilayah Sungai Maluku.

“Kami memohon maaf kepada warga, sampai saat ini kita belum bisa melakukan hal yang lebih jauh untuk menghilangkan kecemasan masyarakat,” ujar Mourits.

Ia menjelaskan, keterbatasan kewenangan dan anggaran menjadi kendala utama pemerintah kota dalam membangun infrastruktur pengaman sungai.

Meski demikian, DPRD Kota Ambon memastikan akan terus mendorong koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Maluku–Maluku Utara dan Pemerintah Provinsi Maluku agar penanganan segera direalisasikan.

“Semoga persoalan ini secepatnya bisa disikapi. Yang terpenting, semua pihak harus bergerak bersama, bukan saling menyalahkan,” katanya.

Dalam waktu dekat, DPRD juga akan berkoordinasi dengan komisi terkait untuk melakukan peninjauan lokasi serta memanggil lembaga terkait guna mencari solusi.

Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan penanganan permanen, sehingga tidak ada lagi makam maupun permukiman warga yang hilang akibat erosi Sungai Wailela. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.