BANJARMASINPOST.CO.ID - Timnas Prancis tidak dimungkiri lagi jadi tim paling ngeri di turnamen, konsisten pamer aksi kelas dunia di tiap laga bursa Piala Dunia 2026.
Tidak hanya lini serang yang gacor, sektor tengah mereka juga paten berkat duet Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot yang kokoh banget.
Kombinasi solid duo jangkar andalan lini tengah Les Bleus ini siap kembali beraksi di laga semifinal super panas menghadapi Spanyol.
Berkat panggung Piala Dunia yang apik, Rabiot sekarang langsung pasang ancang-ancang buat cabut meninggalkan raksasa Italia, AC Milan.
Baca juga: Atletico Madrid Merebut Permata Akademi Real Madrid, Madridista Banjarmasin Ikut Bereaksi
Gelandang berusia 31 tahun itu dikabarkan membidik raksasa Spanyol, Real Madrid, sebagai pelabuhan baru buat kelanjutan kariernya.
Jurnalis top Miguel Serrano membocorkan, manajemen Real Madrid baru saja disodori proposal kilat dari agen perantara buat rekrut Rabiot.
Sang pemain memang sudah ngebet pengen keluar dari San Siro, dan performa apiknya di Qatar makin bikin dia pede cari tantangan baru.
Rabiot sukses jadi tulang punggung taktik Didier Deschamps saat Tchouameni sempat dibekap cedera di awal-awal kompetisi bergulir.
Kemitraan kilat Rabiot dengan Tchouameni di timnas berjalan nyaris tanpa cela, bikin banyak klub kepincut melihat chemistry mereka.
Uniknya, ini bukan pertama kali nama Rabiot masuk radar Los Blancos. Pada tahun 2024 lalu, dia sempat nyaris gabung secara gratisan.
Sayangnya, saat bursa transfer itu dibuka, manajemen Real Madrid memilih buat memalingkan muka dan ogah mengambil servis sang pemain.
Meski punya bakat jempolan dan tampil menyala di kompetisi antarnegara, El Real ternyata punya banyak alasan buat menolak Rabiot.
Faktor pertama yang bikin Madrid ragu adalah performa naik-turun sang gelandang bareng AC Milan sepanjang kompetisi musim domestik.
Penampilan Rabiot di level klub dinilai loyo dan mengecewakan, kontras banget dengan aksi spartan yang dia tunjukkan bareng timnas.
Alasan kedua yang gak kalah krusial adalah reputasi miring soal tabiat asli luar lapangan Rabiot yang terkenal vokal dan kontroversial.
Pemain satu ini punya riwayat gemar bikin gaduh suasana ruang ganti, sebuah risiko besar yang sangat dihindari oleh klub-klub top.
Sikap egois ini yang bikin El Real mikir dua kali, karena ogah merusak keharmonisan skuad yang sedang dibangun oleh Jose Mourinho.
(Sumber: Miguel Serrano)
Baca juga: Real Madrid Pertimbangkan Transfer Kejutan Gelandang PSG Berkelas, Fans Los Galaticos Kegirangan
Kabar ketertarikan pemain senior Adrien Rabiot ke Real Madrid direspon juga para fans Los Blancos asal Banjarmasin yang juga salah satunya pemain Pro Futsal League (PFL) klub Pangsuma FC asal Kalimantan Barat, M Imam Anshori.
"Kalau saya lihat, Real Madrid harusnya datangkan Rabiot buat jadi pelapis sepadan pasca-pensiunnya Modric," kata Imam dihubungi Banjarmasinpost.co.id Senin (13/7/2026) sore.
Di Banjarmasin, kata Imam fans Real Madrid pasti antusias karena dia punya mental juara, tapi risikonya ya tabiat yang merangkap agen itu bisa merusak ruang ganti Mourinho.
Taktik Mou yang disiplin tinggi bisa terganggu kalau ego Rabiot kumat, apalagi posisinya bisa mengancam jam terbang pemain muda seperti Arda Guler atau Camavinga.
Di pasaran Indonesia, nilai komersial Rabiot bernilai sekitar Rp521 miliar, angka yang kemahalan buat pemain cadangan yang berpotensi bikin konflik internal.
"Kalau hampir satu triliun harganya mungkin kemahalan ini juga jadi pro kontra fans," tambah alumni SMAN 1 Banjarmasin ini.
Di balik kegarangannya memutus serangan lawan di lapangan hijau, Adrien Rabiot adalah salah satu pesepak bola dengan manajemen karier paling unik di dunia.
Banyak fans layar kaca di Indonesia tidak mengetahui bahwa seluruh negosiasi kontrak dan keputusan karier Rabiot dikendalikan penuh oleh sang ibu, Veronique Rabiot.
Sang mama terkenal sebagai agen super galak yang tak segan beradu argumen dengan direktur klub raksasa demi mendapatkan nilai kontrak impian untuk putranya.
Kondisi finansial Rabiot per Juli 2026 ini juga sangat fantastis, di mana ia meminta bayaran gaji tidak kurang dari Rp150 miliar per musim kepada klub peminat.
Angka tuntutan gaji setinggi langit inilah yang sering kali membuat klub-klub peminat di Eropa langsung mundur perlahan sebelum masuk meja perundingan.
Sifat pragmatis dalam urusan cuan ini membuatnya sering dijuluki tentara bayaran oleh sebagian media di Benua Biru.
Fakta unik lainnya yang jarang terekspos adalah kecintaan Rabiot pada ketenangan hidup di pedesaan abadi Prancis daripada hiruk-pikuk kehidupan kota metropolitan.
Pemain bertinggi badan 191 cm ini juga dikenal sangat tertutup di media sosial dan enggan memamerkan kehidupan pribadinya ke publik layaknya bintang sepak bola modern.
Ia lebih memilih menghabiskan waktu luangnya bersama hewan peliharaan dan keluarga besarnya.
Di dalam ruang ganti, Rabiot sebenarnya adalah sosok yang sangat mandiri dan tidak suka diatur-atur oleh pemain senior lainnya di level klub.
Karakter keras kepala inilah yang sering kali memicu percikan api konflik di klub-klub sebelumnya seperti Paris Saint-Germain dan Juventus.
Ketakutan akan pecahnya ego ruang ganti ini pula yang menjadi pertimbangan utama mengapa tim sekelas Real Madrid memilih bersikap sangat pasif.
(Banjarmasinpost.co.id)