"Yang Jelek Nggak Saya Balas" Beragam Komentar Diterima Ibu Bayi Muhammad MBG Subianto di Wonosobo
rival al manaf July 13, 2026 09:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Yuharni (41) seorang ibu di Wonosobo Jawa Tengah jadi perbincangan setelah memberi nama anak Muhammad MBG Subianto.

Namun, setelah mengetahui sosoknya dan mengapa ia menamai anaknya mungkin publik akan mampu memahami.

Yuharni bekerja di salah satu SPPG di Wonosobo Jawa Tengah, hal itu juga menjadi salah satu alasan ia memberi nama anaknya MBG.

Tak pelak bayi laki laki asal Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, mendadak menjadi perhatian masyarakat.

Baca juga: Sosok Yuharni, Ibu yang Beri Nama Anaknya "MBG Subianto" Bekerja Bagian Ompreng di SPPG Wonosobo

Baca juga: Viral Bayi Diberi Nama Muhammad MBG Subianto di Wonosobo, Sang Ibu Ungkap Alasannya

Bayi yang baru berusia tiga hari itu diberi nama Muhammad MBG Subianto, nama yang terbilang unik dan langsung mengundang beragam tanggapan dari warga.

Bayi tersebut merupakan putra ketiga pasangan Yuharni (41) dan Ambon Yassin, warga Dusun Prigi RT 05 RW 04, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.

Muhammad MBG Subianto lahir melalui persalinan normal di Puskesmas Sapuran pada Jumat malam, 10 Juli 2026.

"Hari perkiraan lahir (HPL) masih jatuh pada 22 Juli tapi lahir di tanggal 10 Juli. Alhamdulillah lahiran normal dan dalam kondisi sehat," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Senin (13/7/2026).

Saat lahir, Muhammad MBG Subianto memiliki berat badan 3,36 kilogram dengan panjang badan 50 sentimeter.

Yuharni mengungkapkan, pemberian nama putranya bukan dilakukan tanpa alasan. Ia mengaku sangat menyukai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena merasa kehidupannya berubah setelah bekerja di SPPG.

Perempuan berusia 41 tahun itu mulai bekerja di SPPG sejak 25 Agustus 2025. Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan.

"Saya kerja di MBG ya, terus saya sangat suka dengan program itu. Sangat membantu bagi yang pengangguran itu bisa bekerja," ungkapnya.

Yuharni mengatakan rasa syukur tersebut kemudian diwujudkan dengan memberikan nama Muhammad MBG Subianto kepada anak ketiganya.

"Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto, itu bisa buat kenangan sampai seumur hidup," ucapnya.

Selain membuka lapangan pekerjaan, ia merasakan penghasilan dari pekerjaannya mampu membantu kebutuhan sehari-hari.

"Sangat membantu, bisa buat sandang pangan," bebernya.

Sebelum nama itu resmi diberikan, Yuharni mengaku sempat berdiskusi dengan suaminya, Ambon Yassin.

Sang suami pada awalnya hanya mengingatkan agar nama putra mereka tetap diawali dengan nama Muhammad. Setelah itu, Yuharni menambahkan unsur MBG di tengah nama dan Subianto di bagian belakang sehingga menjadi Muhammad MBG Subianto.

"Yang penting ada Muhammad-nya," kata Yuharni menirukan ucapan suaminya.

Menurut Yuharni, nama Subianto terinspirasi dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ia menilai Presiden Prabowo memiliki jasa besar dalam menghadirkan Program MBG yang membuat dirinya memperoleh pekerjaan.

"Terima kasih Pak Prabowo Subianto telah mengadakan MBG hingga sukses," ujarnya.

Yuharni juga menceritakan pengalaman unik selama menjalani kehamilan. Ia mengaku tidak menyadari dirinya sedang mengandung karena tidak merasakan tanda-tanda kehamilan seperti pada umumnya.

Baru ketika usia kandungan memasuki sekitar tujuh bulan, ia mengetahui dirinya tengah hamil.

"Saya engga tahu kalau hamil, tahu-tahu udah tujuh bulan," ungkapnya.

Meski demikian, Yuharni tetap menjalankan aktivitas bekerja di SPPG hingga menjelang persalinan.

Di tempat tersebut, Yuharni bertugas di bagian ompreng, yaitu membersihkan wadah makanan setelah digunakan. Ia bekerja mulai pukul 11.30 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB.

Sebelum bergabung di SPPG, Yuharni mengaku pernah bekerja di sebuah pabrik kayu untuk menambah penghasilan keluarga.

"Lebih nyaman di SPPG," katanya.

Menurutnya, alasan utama memilih bekerja di SPPG karena lokasi kerja lebih dekat dengan rumah sehingga lebih mudah dijangkau.

Nama Muhammad MBG Subianto ternyata langsung menjadi perbincangan di lingkungan tempat tinggalnya.

Yuharni mengaku menerima berbagai komentar dari masyarakat. Sebagian memberikan dukungan, namun tidak sedikit pula yang memberikan komentar negatif.

"Ada yang jelek, ada yang baik. Yang baik saya balas, yang jelek ngga saya balas," ujarnya.

Di sisi lain, anak-anak di kampungnya justru terlihat antusias dengan nama tersebut.

Setiap sore setelah pulang mengaji sekitar pukul 16.00 WIB, mereka kerap memanggil nama bayinya.

"MBG mana, MBG mana," katanya menirukan ucapan anak-anak di kampungnya.

Karena sudah terbiasa dipanggil demikian, Yuharni mengatakan anaknya kemungkinan besar akan akrab disapa MBG.

Tidak hanya warga sekitar, teman-teman Yuharni di tempat kerja juga memberikan tanggapan positif setelah mengetahui nama anaknya. Menurutnya, rekan-rekan kerja menyukai nama tersebut.

"Pada suka suka saja si, malah suka dibuat bercandaan kenapa ngga dikasih nama ompreng," ujarnya sembari tersenyum.

Saat ini keluarga juga tengah mengurus dokumen administrasi kependudukan. Akta kelahiran Muhammad MBG Subianto sedang dalam proses pembuatan.

Karena usia bayi masih tiga hari, keluarga belum menggelar syukuran pemberian nama. Rencananya, syukuran akan dilaksanakan saat usia bayi memasuki tujuh hari.

Usai melahirkan, Yuharni kini masih mengambil masa cuti. Setelah masa cuti selesai, ia berencana kembali bekerja di SPPG seperti sebelumnya.

Ia berharap nama anaknya yang unik ini dapat menghantarkan menuju kesuksesan.

"Semoga kelak menjadi orang yang sukses," pungkasnya. (Imah Masitoh)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.