"Debunya tambah parah, bahkan sampai masuk ke dalam SD 162 Sijenjang. Sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Kalau seperti ini terus, lambat laun masyarakat bisa terdampak penyakit saluran pernapasan, bahkan kami khawatir risiko TBC juga meningkat."
Sopuan Hilal
Ketua RT 05, Kelurahan Sijenjang
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Kawasan sekitar Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sijenjang, Kota Jambi, berselimut debu pada Senin (13/7/2026).
Bagi warga, pemandangan itu sejatinya sudah lumrah terlihat, setidaknya dalam beberapa tahun terakhir ketika cuaca panas, terutama setiap kali kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi.
Pantauan jurnalis Tribunjambi.com di lokasi, debu membumbung tinggi, menutupi pandangan, menyelimuti rumah-rumah, hingga masuk ke ruang kelas sekolah.
Setiap kendaraan yang melaju, khususnya truk bertonase besar, memicu kepulan debu yang beterbangan hingga menutupi pandangan.
Debu itu juga masuk ke rumah-rumah warga dan bahkan mencapai ruang kelas sekolah di sekitar lokasi.
Ironisnya, persoalan ini muncul setelah jalan yang sebelumnya dipenuhi lubang akhirnya mendapat penanganan.
Beberapa hari sebelumnya, Jalan Raden Fatah menjadi sorotan karena banyak lubang besar yang memicu kecelakaan.
Kini lubang-lubang tersebut memang telah tertutup. Namun, penanganan yang dilakukan bukan berupa pengaspalan, melainkan hanya dengan meratakan permukaan jalan dan menimbunnya menggunakan tanah.
Kondisi itu justru memunculkan persoalan baru.
Saat cuaca panas, permukaan jalan berubah menjadi hamparan tanah kering yang mudah beterbangan setiap kali dilintasi kendaraan.
Ketua RT 05 Kelurahan Sijenjang, Sopuan Hilal, mengatakan kondisi debu saat ini jauh lebih mengganggu dibanding sebelumnya.
Menurutnya, debu bahkan telah masuk ke lingkungan SD Negeri 162 Kota Jambi sehingga menghambat kegiatan belajar mengajar.
"Debunya tambah parah, bahkan sampai masuk ke dalam SD 162 Sijenjang. Sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar.
"Kalau seperti ini terus, lambat laun masyarakat bisa terdampak penyakit saluran pernapasan, bahkan kami khawatir risiko TBC juga meningkat," ujarnya, Senin (13/7).
Ia menilai warga kini harus menghadapi dua persoalan sekaligus, yakni kondisi jalan yang belum layak dan ancaman gangguan kesehatan akibat paparan debu yang terjadi hampir sepanjang hari.
Menurut Sopuan, situasi diperparah oleh banyaknya kendaraan bertonase besar yang melintas dengan kecepatan tinggi tanpa mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan sekitar.
Setiap truk melaju, debu langsung menyelimuti kawasan permukiman hingga mengurangi jarak pandang.
Akibatnya, warga yang sedang beraktivitas di tepi jalan kerap menutup hidung atau segera masuk ke dalam rumah untuk menghindari debu.
"Mobil-mobil itu dak ado yang pelan, ngebut nian. Pengen rasanyo dilempar batu," katanya dengan nada geram.
Sopuan mengaku belum mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan perbaikan jalan tersebut.
Meski beberapa hari terakhir alat berat terlihat bekerja di lokasi, masyarakat belum memperoleh informasi apakah proyek itu dikerjakan oleh pemerintah atau perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.
Ia berharap penanganan tidak berhenti pada penimbunan tanah semata.
Selama ruas jalan belum diaspal, debu diperkirakan akan terus menjadi persoalan yang harus dihadapi warga setiap hari.
Bahkan, apabila tidak segera ada solusi, warga mempertimbangkan memasang pembatas jalan berbentuk zig-zag sebagai upaya memaksa kendaraan mengurangi kecepatan saat melintas.
Menurut warga, langkah tersebut terpaksa dipikirkan karena hingga kini belum ada tindakan nyata untuk mengurangi dampak debu yang terus mengganggu lingkungan permukiman.
Bagi masyarakat Sijenjang, jalan berlubang memang membahayakan pengguna jalan.
Namun setelah lubang ditutup dengan tanah, persoalan baru muncul dalam bentuk debu yang setiap hari mengancam kesehatan warga.
Lubang memang sudah tertutup, tetapi jalan yang diharapkan menjadi lebih baik justru berubah menjadi sumber polusi yang terus dihirup masyarakat setiap hari.
(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Peran Don Ritto dan Febrie Adriansyah, 2 Tersangka Korupsi TPPU yang Pernah Sekolah di Jambi
Baca juga: Daftar 82 Pejabat Pemkab Tebo Termasuk Kepala Sekolah Dilantik Bupati Hari Ini\
Baca juga: Daftar 15 Pejabat Masuk Tiga Besar Lelang Jabatan Eselon II Pemprov Jambi