Sekda Harisson Buka Seminar DWP Kalbar, Canangkan Program Sejuta Vaksin HPV
Try Juliansyah July 13, 2026 10:28 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Seminar bertema "Perempuan Sehat, Berdaya, dan Berwawasan Kebangsaan" yang dirangkaikan dengan pencanangan Program Sejuta Vaksin HPV di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin 13 Juli 2026. 

Seminar yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr Harisson, tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan, pemberdayaan, serta wawasan kebangsaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Peran Strategis Perempuan

Dalam sambutannya, Harisson menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa.

Selain sebagai individu, perempuan berperan sebagai ibu, pendidik pertama dalam keluarga, penggerak masyarakat, sekaligus mitra pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang sehat, produktif, dan sejahtera.

"Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia. Di sinilah perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter," ujarnya.

Menurut Harisson, di tengah berbagai tantangan yang semakin kompleks, perempuan harus memiliki tiga modal utama, yakni sehat secara jasmani dan rohani, berdaya melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

"Perempuan yang sehat akan melahirkan keluarga yang sehat, mendidik generasi yang berkualitas, sekaligus menjadi penggerak pembangunan yang berkelanjutan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Harisson juga menyoroti masih tingginya ancaman kanker serviks yang menjadi salah satu persoalan kesehatan perempuan di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat.

Baca juga: Brimob Kalbar Bekali Personel Lewat Sidang BP4R, Siapkan Rumah Tangga yang Harmonis

Padahal, sebagian besar kasus kanker serviks dapat dicegah melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) serta deteksi dini.

Perkuat Layanan Kesehatan

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat layanan kesehatan melalui berbagai upaya promotif dan preventif, termasuk membangun kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kanker serviks.

"Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut adalah penyelenggaraan seminar ini yang menjadi sarana edukasi mengenai pencegahan kanker serviks sekaligus mendukung pelaksanaan Program Sejuta Vaksin HPV," jelasnya.

Harisson mengapresiasi sinergi antara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Barat, Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalbar, KORPRI, Yayasan Kanker Indonesia Kalimantan Barat, serta Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kalimantan Barat yang bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia berharap para peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kesehatan reproduksi, pentingnya deteksi dini kanker serviks, serta manfaat vaksin HPV, sehingga informasi tersebut dapat diteruskan kepada keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat.

"Kita ingin informasi yang diperoleh hari ini tidak berhenti pada peserta seminar saja, tetapi dapat menjadi edukasi bagi masyarakat agar semakin memahami pentingnya vaksinasi HPV dan deteksi dini kanker serviks," ungkapnya.

Harisson juga mendorong Dharma Wanita Persatuan menjadi duta informasi kesehatan karena memiliki jaringan organisasi yang luas hingga ke perangkat daerah maupun kabupaten/kota.

"Saya mengajak seluruh pihak menjadikan seminar ini sebagai gerakan bersama untuk membangun perempuan Kalimantan Barat yang semakin sehat, berdaya, dan memiliki wawasan kebangsaan. Mari kita sukseskan Program Sejuta Vaksin HPV sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan perempuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," ajaknya.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari Harisson, menegaskan bahwa perempuan merupakan pilar utama dalam membangun keluarga yang sehat.

Karena itu, kesehatan perempuan bukan hanya menjadi urusan pribadi, tetapi merupakan investasi bagi kualitas keluarga, generasi penerus, dan pembangunan daerah.

"DWP Kalbar hadir sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian perempuan terhadap kesehatan," ujarnya.

Menurut Windy, kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan perempuan. Oleh sebab itu, DWP Kalbar mengajak seluruh perempuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan melalui vaksinasi HPV.

Ia menegaskan bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.

Vaksin HPV menjadi salah satu langkah perlindungan yang efektif dalam menurunkan risiko kanker serviks sekaligus mendukung lahirnya perempuan yang sehat dan keluarga yang berkualitas.

Selain itu, perempuan juga memiliki peran strategis sebagai penggerak budaya hidup sehat di lingkungan keluarga. Melalui edukasi yang tepat, perempuan dapat menjadi agen perubahan dalam membangun keluarga yang lebih peduli terhadap kesehatan.

Sebagai organisasi yang menghimpun istri Aparatur Sipil Negara (ASN), DWP Kalbar berkomitmen menjadi motor penggerak edukasi kesehatan perempuan melalui berbagai program penyuluhan dan sosialisasi.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan meningkatkan literasi kesehatan perempuan, mengedukasi keluarga tentang pentingnya pencegahan penyakit, mendukung program pemerintah di bidang kesehatan, serta mengajak perempuan ASN dan masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

Seminar ini juga menghadirkan Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Cabang Pontianak, dr. Manuel Hutapea, Sp.OG., Subsp.Onk, yang memaparkan materi mengenai pencegahan kanker serviks melalui vaksin HPV.

Selain itu, Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Wilayah Kalimantan Barat, dr. Danayu Sanni, Sp.JP(K), turut memberikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan perempuan sejak usia dini.

Kegiatan dipandu oleh Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Kalbar, dr. Rifka, MM., MHKes, sebagai moderator.

Melalui seminar yang dirangkaikan dengan pencanangan Program Sejuta Vaksin HPV, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan DWP Kalbar berharap semakin banyak perempuan yang memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, melakukan deteksi dini kanker serviks, serta mengikuti vaksinasi HPV sebagai langkah preventif untuk menekan angka kejadian kanker serviks di Kalimantan Barat.

"Kami percaya setiap perempuan berharga dan setiap kehidupan harus dilindungi. Dengan semangat kebersamaan, Dharma Wanita Persatuan Kalimantan Barat berkomitmen mendukung perempuan sehat melalui edukasi dan pencegahan kanker serviks," tutup Windy.

Seminar tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai pilar keluarga, penggerak pembangunan, dan agen perubahan menuju Kalimantan Barat yang sehat, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.