TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Fenomena cahaya misterius yang melintas di langit Kabupaten Majalengka pada Sabtu (11/7/2026) malam sempat menghebohkan warga.
Kilatan cahaya berwarna biru yang melesat sangat cepat itu memicu beragam spekulasi di media sosial.
Namun, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan cahaya tersebut merupakan sebuah meteor besar yang memasuki atmosfer Bumi dan melintasi Pulau Jawa.
Salah seorang saksi mata, Sumitra (62), warga Blok Galasari, Desa Lampuyang, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mengaku melihat cahaya tersebut sekitar pukul 22.00 WIB saat hendak menyiram tanaman cengkeh di halaman rumahnya.
"Tiba-tiba saya lihat ada cahaya kecil warna biru meluncur dari atas ke bawah. Cepat sekali, beberapa detik langsung hilang," ujar Sumitra, Minggu (12/7/2027).
Menurutnya, cahaya itu hanya terlihat sekitar tiga hingga empat detik tanpa disertai suara apa pun.
Baca juga: Fenomena Cahaya Misterius Mirip Meteor Jatuh Terlihat di Langit Ciamis, Warga: Terang Sekali
Karena belum pernah menyaksikan kejadian serupa, ia sempat merasa ketakutan dan memilih kembali masuk ke dalam rumah.
"Saya kira apa, soalnya baru pertama kali lihat. Akhirnya nggak jadi nyiram tanaman dan langsung masuk rumah," katanya.
Fenomena serupa juga disaksikan Baya, warga Desa Rawa, Kecamatan Cingambul. Saat mengikuti pengajian sekitar pukul 21.45 WIB, ia melihat cahaya terang melintas cepat di langit.
"Saya lagi ikut pengajian, tiba-tiba ada cahaya melintas cepat. Kelihatannya cuma sekitar lima detik," tuturnya.
Penjelasan ilmiah kemudian disampaikan Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin.
Menurutnya, berdasarkan berbagai laporan dari sejumlah daerah, cahaya tersebut merupakan meteor besar yang melintasi langit Jawa sebelum akhirnya diperkirakan jatuh ke Samudera Hindia.
Thomas menjelaskan, meteor pertama kali terdeteksi saat melintas di atas Laut Jawa dan terlihat dari wilayah Bekasi sekitar pukul 21.22.35 WIB. Saat itu posisinya masih berada pada ketinggian yang cukup tinggi sehingga tampak relatif kecil dengan cahaya berwarna putih.
"Berdasarkan rangkaian informasi yang ada di berbagai media, dapat diungkap rangkaian peristiwa jatuhnya meteor besar yang melintasi Jawa. Meteor besar melintas dari Laut Jawa, terdeteksi di Bekasi sekitar pukul 21.22.35 WIB. Meteor ini masih cukup tinggi sehingga terlihat relatif kecil dan berwarna putih," jelas Thomas, Senin (13/7/2026).
Ia menerangkan, meteor berasal dari batuan antariksa yang orbitnya berpapasan dengan Bumi. Saat memasuki atmosfer pada ketinggian sekitar 120 kilometer, batuan tersebut mengalami gesekan hebat dengan udara sehingga terbakar dan memancarkan cahaya terang.
Meteor kemudian bergerak ke arah tenggara. Ketika melintas di wilayah Jawa Barat bagian timur, termasuk Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, warnanya berubah menjadi biru. Di sejumlah wilayah bahkan terdengar suara dentuman yang merupakan gelombang kejut akibat kecepatan meteor yang sangat tinggi.
"Suara dentuman terjadi karena gelombang kejut akibat meteor bergerak sangat cepat di atmosfer bawah," ujar Thomas.
Fenomena itu kemudian kembali terpantau di Nagreg sekitar pukul 21.23.37 WIB. Saat melintasi Tasikmalaya, meteor terlihat sebagai objek bercahaya terang yang menembus lapisan awan.
Perjalanan meteor berlanjut hingga wilayah Yogyakarta sekitar pukul 21.23.57 WIB. Di sana, meteor tampak berwarna hijau akibat unsur magnesium pada batuan antariksa yang terbakar pada suhu sangat tinggi.
"Warna hijau muncul karena unsur magnesium pada batuan antariksa terbakar akibat suhu yang sangat tinggi saat bergesekan dengan atmosfer," jelasnya.
Berdasarkan analisis sementara, BRIN menduga meteor tersebut akhirnya jatuh di Samudera Hindia, tepatnya di wilayah selatan Jawa Timur hingga Bali.