SMAN 3 Prabumulih Beri Seragam ke Pelajar Jalur Afirmasi, Tegaskan Sekolah 100 Persen Gratis
Refly Permana July 13, 2026 11:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Sebanyak 16 pelajar yang diterima dari jalur afirmasi sekolah dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri 3 Prabumulih mendapatkan bantuan seragam sekolah melalui Program Seragam Alumni.

Jalur afirmasi sekolah sendiri merupakan jalur penerimaan bagi calon peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu dan dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) serta penyandang disabilitas.

Bantuan tersebut akan diberikan sebagai bentuk dukungan dan komitmen dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk siswa dari keluarga kurang mampu.

Hal itu diungkapkan Kepala SMAN 3 Prabumulih, Freni Listiyan, S.Pd., M.Si. kepada wartawan ketika diwawancarai di ruang kerjanya pada Senin (13/7/2026).

Baca juga: Hadiri MPLS SMAN 1, Wali Kota Lubuk Linggau Sebut Isu SPMB Pakai Sogokan Jutaan Rupiah Tidak Benar

"Pada SPMB tahun ini kita menerima sebanyak 324 pelajar di sembilan kelas dengan rincian tiap kelas 36 pelajar. Dari total itu ada sebanyak 16 pelajar yang diterima dari jalur afirmasi sekolah," ungkap Freni kepada wartawan Sripoku.com Senin (13/7/2026).

Untuk animo pendaftar, dikatakan Freni, sebanyak 83 orang.

Namun, setelah diseleksi sesuai petunjuk teknis (Juknis) SPMB Provinsi Sumatera Selatan, hanya 16 siswa yang dinyatakan lulus berdasarkan kuota yang tersedia dengan mempertimbangkan jarak tempat tinggal terdekat dari sekolah.

Freni mengatakan bagi peserta didik yang telah diterima tersebut pihaknya akan memberikan bantuan seragam yang berasal dari alumni yang layak pakai melalui program seragam alumni. 

"Ini tujuannya untuk membantu orang tua dari 16 pelajar tersebut sehingga tidak perlu lagi membeli seragam sekolah" ungkapnya.

Selain bantuan seragam, Freni memastikan seluruh siswa yang diterima di SMAN 3 Prabumulih tidak dipungut biaya dalam bentuk apapun selama proses pendidikan di sekolah. 

"Tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun, termasuk dari komite sekolah. Semua siswa mendapatkan perlakuan yang sama tanpa membedakan latar belakang ekonomi," tegasnya.

Sedangkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, sekolah juga menyediakan buku pelajaran melalui sistem peminjaman sehingga siswa tidak harus membeli buku sendiri. 

Bahkan, apabila terdapat siswa jalur afirmasi yang mengalami kesulitan membeli buku tulis maupun buku pekerjaan rumah (PR), pihak sekolah membuka ruang komunikasi agar kebutuhan tersebut dapat dibantu.

Baca juga: SMA N 1 Lubuklinggau Bantah Isu Uang Pelicin SPMB Capai Puluhan Juta

"Kalau buku pelajaran sudah kami siapkan melalui sistem peminjaman. Untuk 16 siswa jalur afirmasi, jika mereka tidak mampu membeli buku tulis atau buku PR, silakan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Kami akan berupaya membantu agar mereka tetap bisa mengikuti pembelajaran dengan baik," kata Freni.

Melalui berbagai program tersebut, SMAN 3 Prabumulih berharap seluruh peserta didik dapat memperoleh kesempatan belajar yang sama tanpa terkendala masalah ekonomi. 

Sekolah juga mengajak masyarakat, alumni, dan para donatur untuk terus mendukung dunia pendidikan agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan meraih masa depan hanya karena keterbatasan biaya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.