Iran Gempur Pangkalan Militer AS: Klaim Hancurkan HIMARS dan Tewaskan Tiga Perwira Amerika
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah media pemerintah Iran mengklaim pasukannya menyerang sejumlah target militer Amerika di kawasan Teluk.
Klaim yang paling menonjol adalah penghancuran sistem peluncur roket High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) milik AS di Kuwait.
Namun, hingga kini klaim tersebut belum mendapat konfirmasi dari Amerika Serikat maupun pemerintah Kuwait.
Baca juga: Siapa Pria Bertopeng di Barisan Depan Pemakaman Khamenei? Laporan Baru Ungkap Identitasnya
Media tersebut juga mengklaim tiga rudal balistik ditembakkan ke kawasan Al Mina di Kuwait serta ke lokasi sistem rudal Army Tactical Missile System (ATACMS) milik Amerika Serikat.
Selain Kuwait, Fars menyebut target militer AS di Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman juga diserang dalam operasi yang berlangsung pada hari yang sama.
Fars turut mengklaim tiga perwira militer AS tewas dan sejumlah personel lainnya mengalami luka-luka.
Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Militer Kuwait mengonfirmasi negaranya menjadi sasaran serangan, tetapi tidak menyebut adanya peluncur HIMARS yang dihancurkan maupun korban dari pihak militer Amerika Serikat.
Menurut pernyataan resmi, tiga pos perbatasan di wilayah utara Kuwait terkena serangan yang mengakibatkan kerusakan material.
Selain itu, sebuah drone menghantam fasilitas pengeboran minyak lepas pantai yang dioperasikan Kuwait Oil Company, menyebabkan seorang pekerja mengalami luka.
Pemerintah Kuwait juga tidak secara langsung menyalahkan Iran sebagai pelaku serangan.
Serangan terbaru ini terjadi setelah gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat kembali gagal dipertahankan.
Washington menuduh Iran menyerang kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Sebaliknya, Iran menyatakan beberapa kapal tidak mematuhi prosedur pelayaran yang ditetapkan otoritasnya.
Teheran kemudian mengumumkan penutupan Selat Hormuz, meski klaim tersebut dibantah Presiden AS Donald Trump yang menyatakan jalur pelayaran komersial tetap terbuka.
HIMARS merupakan sistem peluncur roket bergerak buatan Amerika Serikat yang mampu menembakkan berbagai jenis amunisi presisi, termasuk rudal ATACMS.
Sistem ini menjadi salah satu aset artileri paling penting militer AS dan telah digunakan dalam berbagai konflik modern.
Sementara itu, Kuwait merupakan salah satu negara Teluk yang menjadi lokasi fasilitas militer Amerika Serikat.
Karena posisinya yang strategis di kawasan Teluk Persia, negara tersebut kerap menjadi bagian dari jaringan logistik dan operasi militer AS di Timur Tengah.
Belum ada tanggapan resmi dari Pentagon mengenai klaim Iran terkait penghancuran HIMARS maupun laporan mengenai korban jiwa di pihak militer Amerika Serikat.