TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan (KDKMP) Merah Putih akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi sekaligus instrumen utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu, 12 Juli 2026.
Menurut Presiden, salah satu persoalan utama yang dihadapi petani di desa adalah keterbatasan akses pembiayaan.
Meski hasil panen meningkat, banyak petani tetap terjerat utang berbunga tinggi kepada rentenir karena membutuhkan biaya hidup selama masa tanam.
Untuk itu, Presiden menilai setiap desa harus memiliki koperasi simpan pinjam yang mampu menyediakan pembiayaan dengan bunga murah.
“Rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia,” tegas Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) Frans Meroga Panggabean menilai peringatan Harkopnas tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi gerakan koperasi nasional.
"Hari ini, 12 Juli 2026, merupakan Hari Koperasi Nasional ke-79. Kita patut bersyukur karena pada momentum kali ini terlihat jelas bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sangat mendukung dan berpihak kepada koperasi," kata Frans.
Menurut Frans, selama 27 tahun berkecimpung dalam gerakan koperasi, baru kali ini ia merasakan keberpihakan pemerintah yang begitu besar terhadap koperasi.
Baca juga: Koperasi Didorong Bertransformasi Jadi Pusat Kolaborasi UMKM
"Selama saya berkecimpung dalam gerakan koperasi selama 27 tahun terakhir, belum pernah ada pemerintahan yang memberikan dukungan sebesar ini kepada koperasi. Baru kali ini, dan ini merupakan sebuah sejarah," ujarnya.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono pun mengatakan bahwa Harkopnas ke-79 kali ini mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” sebagai simbol sinergi dan penguatan gerakan koperasi nasional.
“Tema ini mengandung filosofi sinergi, kolaborasi, dan soliditas. Koperasi tidak bergerak sendirian, melainkan berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong,” ujar Menkop.
“Ikatan yang menyatu menggambarkan kekuatan kolektif gerakan koperasi menjadi pilar ketahanan dan fondasi ekonomi bangsa,” tambah Ferry lagi.
Di hadapan lebih dari 12.000 orang masyarakat gerakan koperasi yang hadir, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kehadiran KDKMP tersebut harus mampu memutus ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir.
Tidak hanya bagi masyarakat desa yang berprofesi sebagai petani, pemerintah juga akan memperkuat layanan koperasi desa bagi nelayan melalui penyediaan gudang pendingin, pabrik es, hingga kapal penangkap ikan yang dikelola secara koperasi.
Lebih lanjut Presiden menegaskan bahwa seluruh fasilitas tersebut merupakan pembiayaan yang akan dicicil kembali oleh koperasi dari hasil usaha para nelayan sehingga menciptakan sistem ekonomi yang berkelanjutan.
Baca juga: Seloroh Prabowo, Takut Didatangi Bapak dan Kakeknya Bila Tak Hadir di Acara Koperasi
Guna memastikan percepatan keberhasilan operasional usaha KDKMP, Kementerian Koperasi telah menunjuk 16 koperasi besar menjadi kakak asuh bagi KDKMP.
Koperasi-koperasi eksis tersebut bertugas mendampingi pengurus koperasi desa dalam pengelolaan organisasi, manajemen, keuangan hingga pengembangan usaha.
Salah satu koperasi besar yang mendapat penugasan tersebut adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari melalui program Collab-Coop (Kolaborasi Antar Koperasi) yang dijalankan bersama Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI).
Frans Meroga Panggabean yang juga Ketua KSP Nasari mengatakan bahwa pendampingan difokuskan pada penguatan modal usaha dan jaringan distribusi agar koperasi desa dapat segera beroperasi.
"Kami membuka akses terhadap berbagai kebutuhan usaha, mulai dari sembako, pupuk, solar, benih hingga jaringan distribusi. Skema kerja sama dirancang agar porsi keuntungan terbesar tetap dinikmati oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sehingga koperasi desa dapat tumbuh lebih kuat," terang Frans.
Selain memperluas akses usaha, program Collab-Coop juga memberikan pendampingan melalui skema channeling pembiayaan, pelatihan analisis kredit, hingga penguatan tata kelola keuangan agar koperasi desa mampu berkembang secara mandiri.
Akhirnya Presiden Prabowo turut memproyeksikan keberadaan KDKMP akan menggerakkan perekonomian nasional dengan perputaran dana hingga Rp223 triliun setiap tahun di desa-desa, serta meningkatkan pendapatan petani, peternak, dan nelayan hingga Rp202 triliun.
Di saat yang sama, pemerintah juga menargetkan perbaikan sistem logistik nasional agar lebih efisien dan mampu menekan biaya distribusi.
“Semua ahli mengatakan logistik Indonesia paling tidak efisien dan paling mahal. Ini yang kita akan membersihkan, kita akan membuat lebih efisien,” tutur Presiden.
Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemerintah berupaya membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri, adil, dan terintegrasi.
Koperasi diharapkan menjadi tempat rakyat memperoleh modal, menjual hasil produksi, mendapatkan kebutuhan pokok dan obat-obatan dengan harga terjangkau, sekaligus menikmati subsidi pemerintah secara tepat sasaran.