USK Cetak Sejarah Baru, Rektor Lantik 3 Perempuan dari 12 Dekan, Seorang Direktur PPs
Misran Asri July 13, 2026 11:54 PM

Tiga di antara 12 dekan tersebut adalah perempuan dan ini untuk pertama kalinya fakultas-fakultas di USK dipimpin oleh tiga perempuan pada periode yang sama

Laporan Wartawan Yarmen Dinamika | Banda Aceh

PROHABA.CO, BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh melantik 12 dekan fakultas dan seorang Direktur Program Pascasarjana (PPs) di lingkungan USK, Senin (13/7/2026) sore.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dilakukan oleh Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Prof Mirza Tabrani DBA dan dipusatkan di Gedung AAC Prof Dr Dayan Dawood MA, USK.

Tiga di antara 12 dekan tersebut adalah perempuan dan ini untuk pertama kalinya fakultas-fakultas di USK dipimpin oleh tiga perempuan pada periode yang sama.

Mereka adalah Prof Dr Zahratul Idami SH MHum sebagai Dekan Fakultas Hukum (FH), Dr drh Nuzul Asmilia MSi sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), dan Dr drg Zulfan Alibasyah Amin, Sp.Perio sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).

Berikutnya, Dr A. Sakir SE, MM sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dr Amiruddin SPd, MSi selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Kemudian Prof Dr Ir Iskandar ST, MT sebagai Dekan Fakultas Teknik (FT), Prof Dr Ir Sabaruddin MAgr.Sc sebagai Dekan Fakultas Pertanian (FP), Dr dr Bakhtiar SpA, MKes sebagai Dekan Fakultas Kedokteran (FK).

Baca juga: Dilantik Jadi Rektor USK, Prof Mirza Tabrani Janji Takkan KKN

Baca juga: Lagi, USK Kukuhkan Lima Guru Besar Baru Dari Biomaterial hingga Teknologi 6G

Selanjutnya Prof Dr rer nat Ilham Maulana MSi sebagai Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Dr Hamdani Syam MA sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Kemudian Haekal Azief Haridhi Skel, MSc, PhD sebagai Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP), dan Prof Dr Teuku Tahlil Skep selaku Dekan Fakultas Keperawatan (FKep) USK.

Selain itu, rektor juga melantik Prof Dr drh Muslim Akmal MP sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana USK, menggantikan Prof Dr Hizir Sofyan.

Para dekan yang dilantik oleh Rektor USK itu merupakan hasil dari proses penjaringan yang dilakukan oleh tim pansel yang dibentuk oleh Prof Mirza Tabrani.

Para pejabat yang dilantik tersebut, nantinya akan menjadi dekan di masing-masing fakultas untuk masa jabatan 2026-2031.

Meski di antara dekan petahana (incumbent) ada juga yang maju dalam seleksi calon dekan periode ini, misalnya Dr dr Syafrizal Rahman SpOT dari FK USK, tetapi yang ditetapkan sebagai dekan periode 2026-2031 ini semuanya wajah baru.

Baca juga: USK dan Thaksin University Bahas Masa Depan Ekonomi Berkelanjutan di Era AI

Dalam sambutannya, Rektor USK mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasinya selama ini.

Selanjutnya, Rektor Mirza mengucapkan selamat sekaligus terima kasih atas kesediaan para pejabat baru untuk menerima amanah ini.

Menurut Prof Mirza, amanah ini bukan sekadar jabatan administratif, melainkan sebuah kepercayaan besar untuk memimpin perubahan, mengembangkan potensi fakultas dan sekolah pascasarjana, serta membawa USK semakin maju dan berdampak bagi masyarakat.

Rektor juga berpesan agar para pejabat baru tersebut bekerja dengan cepat, tetapi tetap terukur, mengingat dunia pendidikan saat ini bergerak sangat dinamis.

“Perubahan terjadi begitu cepat, sehingga kita tidak boleh lambat dalam mengambil keputusan maupun menjalankan program.

Namun, di saat yang sama, setiap kebijakan harus dirancang dengan matang, berbasis data, serta memiliki ukuran keberhasilan yang jelas,” imbuhnya.

Baca juga: USK dan UII Teken MoA dan Bahas Ketahanan Masyarakat Hadapi Krisis dan Bencana

“Kecepatan tanpa perencanaan akan melahirkan ketidakpastian. Sebaliknya, perencanaan yang terlalu lama akan membuat kita tertinggal.

Oleh karena itu, kita harus mampu menyeimbangkan keduanya: bergerak cepat dengan arah yang tepat,” imbuhnya.

Rektor mengungkapkan bahwa saat ini pimpinan universitas memberikan kepercayaan yang jauh lebih besar kepada fakultas dibandingkan sebelumnya.

Salah satu wujudnya adalah kebijakan ‘sharing revenue’, yakni 60 persen pendapatan kampus dikembalikan kepada fakultas.

“Ini bukan sekadar pembagian anggaran, melainkan bentuk kepercayaan bahwa fakultas adalah motor utama penggerak kemajuan universitas,” ucapnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.