TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Sebanyak 190 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Belajar dari pengalaman pahit pahit tahun lalu, Pemkab Lumajang memastikan lokasi penempatan mahasiswa telah dipetakan dengan mempertimbangkan aspek keamanan sekaligus potensi pengembangan desa.
Pemilihan lokasi KKN kini lebih selektif. Hal ini tidak lepas dari pengalaman pada 2025, setelah kasus pencurian sepeda motor yang menimpa mahasiswa peserta KKN dari UIN Kiai Haji Achmad Shidiq (KHAS) Jember dan Universitas Jember pada tahun lalu.
Dalam rentang tiga hari, kendaraan mahasiswa dilaporkan hilang, termasuk saat diparkir di kantor desa maupun rumah kepala desa.
Bahkan karena peristiwa tersebut sempat berujung pada penarikan mahasiswa KKN dari kedua perguruan tinggi tersebut dari Lumajang, dan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggaraan KKN berikutnya.
Baca juga: Polisi Kantongi Identitas 4 Buronan Pencurian Motor Mahasiswa KKN di Lumajang
Pelepasan peserta KKN Unair dilakukan langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati di Pendopo Arya Wiraraja, Senin (13/7/2026).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Lumajang, Hairil Diani, mengatakan seluruh lokasi KKN telah dipilih melalui pemetaan yang mempertimbangkan faktor keamanan serta potensi pembangunan wilayah.
Menurutnya, mahasiswa Unair untuk sementara ditempatkan di desa-desa kawasan Lumajang bagian selatan.
"Untuk di daerah utara masih belum. Sementara ini kita tempatkan di wilayah selatan yang memiliki potensi wisata tinggi dan kondisinya aman," ujarnya.
Hairil menjelaskan, kebijakan tersebut diambil agar pelaksanaan KKN berlangsung optimal tanpa mengabaikan keselamatan para mahasiswa.
Dengan lokasi yang dinilai aman, mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.
Baca juga: Pencurian Motor Mahasiswa KKN Lumajang: Satu Pelaku Ditangkap, Polisi Masih Buru Rekan dan Penadah
Koordinator Pembina Lapangan KKN Unair, Reny I'tishom, mengatakan tahun 2026 menjadi kali pertama Unair mengirim peserta KKN reguler dalam jumlah besar ke Kabupaten Lumajang.
"Kami memilih Lumajang karena belum pernah mengadakan KKN reguler di sini. Tahun ini kami membawa sekitar 190 mahasiswa dari seluruh fakultas," katanya.
Sebelum pelaksanaan KKN, pihak Unair telah berkoordinasi dengan Pemkab Lumajang dan melakukan survei lapangan guna memastikan desa tujuan layak dan aman bagi mahasiswa.
Meski demikian, Reny menegaskan mahasiswa tetap diminta meningkatkan kewaspadaan selama menjalankan kegiatan di lapangan.
"Meski demikian, kami tetap mengingatkan mahasiswa untuk selalu waspada dan menjaga diri selama menjalankan KKN," tuturnya.
Baca juga: Mahasiswa KKN di Jember Latih Ibu-Ibu PKK, Jadikan Ampas Tahu Jadi Kerupuk
Reny menjelaskan program KKN Unair mengusung pendekatan Sustainable Development Goals (SDGs) yang berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan alumni Unair di Lumajang juga menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan program tersebut.
"KKN kami bukan berorientasi pada pembangunan fisik. Mahasiswa lebih banyak memberikan edukasi kepada masyarakat agar manfaatnya berkelanjutan," imbuh Reny.
Bupati Berharap Mahasiswa Kembangkan Potensi Desa
Bupati Lumajang Indah Amperawati berharap kehadiran mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu mampu memberikan solusi sekaligus memperkuat pengembangan potensi desa selama pelaksanaan KKN.
"Berbagai bidang ilmu dan berbagai masalah, apakah itu potensi atau permasalahan yang ada di masyarakat, semuanya akan menjadi fokus kegiatan karena ini merupakan berbagai disiplin ilmu," ujarnya.