BOLASPORT.COM - Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, masih belum selesai berkutat dengan masalah yang sama setelah menjalani MotoGP Jerman 2026.
Duel Francesco Bagnaia melawan Jorge Martin (Aprilia Racing) menjadi salah satu sajian menarik pada balapan di Sachsenring, Saxony, Jerman, Minggu (12/7/2026).
Ketika kemenangan Marc Marquez (Ducati Lenovo) tak terelakkan dan sisa tangga podium hampir dikunci duo Trackhouse, Bagnaia vs. Martin untuk tempat kelima lebih asyik untuk ditonton.
Duel mereka seperti mengembalikan kenangan dua tahun lalu saat keduanya sama-sama sedang dalam performa bagus untuk berebut gelar juara dunia.
Pada akhirnya, hasil akhir untuk Bagnaia adalah posisi keenam. Menurut juara dunia MotoGP dua kali itu, posisi keenam sudah tergolong maksimal.
"Mempertimbangkan betapa besar kesulitan saya akhir pekan ini, saya sangat kesulitan, finis ke-7 atau ke-6 adalah hasil yang hebat," katanya, dilansir dari Crash.net.
Bagnaia mengaku ia masih terjebak pada masalah yang sama yaitu grip ban belakang, sesuatu yang sudah menjadi akar utama performa stagnannya musim ini.
Pemandangan itu semakin membuat Bagnaia dibandingkan dengan Marquez yang sudah kembali ke performa seorang juara.
Tiga kemenangan dalam 4 balapan GP terakhir membuatnya naik ke peringkat tiga klasemen sementara dan tinggal berjarak 18 poin dari Martin selaku pemuncaknya.
Marquez juga sempat mengalami kesulitan pada awal musim.
Kesulitan memaksimalkan potensi ban segar pada lap-lap awal sempat diutarakan. Namun, begitu operasi bahu terakhirnya berjalan lancar, semua kembali baik-baik saja.
Sementara itu Bagnaia masih kebingungan.
"Saya tidak punya grip yang baik di bagian belakang. Saya tidak bisa menggunakan ban belakang untuk membelokkan motor dan berakselerasi," jelasnya.
Masalah cengkeraman ban ini tidak dirasakan semua pembalap skuad Ducati termasuk di para pembalap tim satelit yang kebagian motor teranyar.
Hanya Alex Marquez (Gresini) yang pernah mengeluhkan masalah yang sama. Namun, menurut Bagnaia adik Marquez itu sudah mendapatkan solusinya.
Ia sangat berharap Ducati segera membantu mengatasi masalah ini selama jeda musim panas.
Masih ada waktu sekitar satu bulan sebelum kompetisi berlanjut ke MotoGP Inggris 2026 pada Agustus nanti.
"Satu-satunya pembalap Ducati yang mengalami masalah yang sama dengan saya adalah Alex," ujar Nuvola Rossa.
"Dia mengalami masalah yang sama seperti saya sebelum seri Jerez, lalu masalah itu teratasi."
"Jadi saya sangat berharap liburan musim panas ini akan membantu tim untuk memahami apa yang harus dilakukan," tandasnya.