TRIBUNNEWS.COM - Seorang pedagang es teh berinisial A yang kerap berjualan di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat ditangkap dan jadi tersangka.
Ia jadi tersangka setelah menyebabkan ledakan pada Sabtu (11/7/2026) saat terjadi cekcok antara pedagang di Dadaha.
Dadaha merupakan kawasan kompleks olahraga yang berada di Cihideung, Kota Tasikmalaya.
Ledakan ini bermula dari cekcok antarapedagang pada Sabtu malam.
Di lokasi tersebut, banyak pedagang jajanan yang berjualan di kawasan pedestrian.
Seorang pedagang usus krispi yang berjualan di dekat lokasi mengatakan, suara ledakannya seperti kembang api.
"Ledakannya sih seperti kembang api, dan pembeli juga pada kaget," ujar Yeni, pedagang usus krispi.
Ia menceritakan tak begitu melihat kejadian karena saat itu sedang melayani pembeli.
"Kalau pas kejadian denger saya, tapi posisinya sedang melayani pembeli," lanjutnya, dikutip dari TribunPriangan.com.
Dari ledakan tersebut, adalah salah satu pedagang yang kondisinya lemas karena berada di dekat titik ledakang.
"Ada pedagang lain yang kaget, sampai saya urut tangannya. Karena posisinya tak jauh dari lokasi ledakan,"
Baca juga: Eks Napiter Ledakkan Lapak PKL di Tasikmalaya Jadi Perhatian Kriminolog Tegar
"Mungkin kaget, tapi sekarang posisi dagangannya pindah, mungkin ke depan. Karena di lokasi ledakan tidak ada lapaknya," pungkasnya.
Pedagang lain, Irfan mengatakan, ia sempat mengira ledakan tersebut adalah ledakan dari kompor.
"Semuanya pada kaget, karena ledakannya keras. Malah saya kira kompor gas yang meledak, dan tidak ada yang sadar benda yang meledak. Lagi pada layani pembeli," kata Irfan, pedagang telur gulung.
Ia mengaku kaget dengan adanya kejadian ini karena semua pedagang akrab satu sama lain.
Seorang pedagang cireng yang berjualan di lokasi, Yuda menceritakan, kasus ini bermula saat terjadi cekcok antara pedagang tahu gejrot dan es teler.
Namun, beberapa menit kemudian, pedagang lain berinisial S mencoba melerai percekcokan tersebut.
Setelah dilerai, ternyata A datang dan langsung melakukan peledakan.
"Awalnya cuma cekcok aja antara pedagang tahu gejrot sama es teler,"
"Tapi selang beberapa menit, pedagang lain inisial S melerai kejadian,"
"Usai dilerai, ada pedagang lagi si A dan langsung melakukan peledakan," ungkap Yuda, dikutip dari TribunJabar.id.
Sebelum aksi peledakan, awalnya cekcok hanya terjadi tanpa mengganggu pedagang yang lain.
Namun, eks napiter berinisial A yang juga berjualan es teh tersebut yang dianggap memperkeruh suasana.
"Kalau cekcok sih sebentar paling 30 menit, tapi pedagang lain si A malah bikin rame dengan melakukan peledakan, padahal sama saya sudah dilerai," tambahnya.
Peristiwa ledakan tersebut bermula dari perselisihan antarpedagang kaki lima.
Awalnya, penjual tahu gejrot berinisial U terlibat adu mulut dengan G, pedagang es teler.
Baca juga: Pedagang Es Teh Jadi Tersangka Kasus Ledakan di Tasikmalaya, Tetangga: Orangnya Tertutup
Cekcok pun merembet hingga melibatkan pedagang jagung berinisial S yang membela G.
Tiba-tiba, seorang pria berinisial A yang juga berjualan es teh mendatangi lokasi cekcok dan secara spontan memicu sebuah ledakan.
Dentuman keras pun membuat pedagang lain panik ketakutan dan berhamburan menyelamatkan diri.
Tak butuh waktu lama, polisi pun mengamankan A dan menetapkannya sebagai tersangka.
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto mengonfirmasi hal tersebut.
"Kasus ledakan di Dadaha (Kota Tasikmalaya), kami bersama Polda Jabar telah menetapkan satu tersangka berinisial A (pedagang es teh)."
Baca juga: Penjual Tahu Gejrot Cekcok dengan Penjual Es Teler di Tasikmalaya, Mantan Napiter Bikin Ledakan
"Motifnya sepele karena perselisihan kedua belah pihak. Saling ejek awalnya dan menyebabkan kejadian ledakan," kata Andi kepada Kompas.com, Senin (13/7/2026).
Ia juga mengonfirmasi bahwa A merupakan mantan narapidana terorisme.
"Bahwa, pelaku peledakan adalah satu orang (penjual es teh sekaligus eks Napiter asal Tasikmalaya)," pungkasnya.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunPriangan Jaenal Abidin)