TRIBUNJOGJA.COM - Tisu sudah menjadi salah satu benda yang hampir selalu ada di rumah, kantor, hingga tas.
Mulai dari mengelap tangan, membersihkan meja, sampai mengusap wajah, tisu sering dipakai tanpa banyak dipikirkan.
Padahal, benda sederhana ini menyimpan banyak cerita menarik.
Mulai dari alasan warnanya hampir selalu putih hingga fakta bahwa tisu ternyata tidak dibuat untuk mengusap hidung saat pertama kali diperkenalkan.
Berikut beberapa fakta unik tentang tisu yang mungkin belum banyak diketahui.
Tisu Awalnya Bukan untuk Mengusap Hidung
Kalau mendengar kata tisu, kebanyakan orang pasti langsung membayangkan benda yang digunakan saat pilek atau bersin. Padahal, fungsi itu baru dikenal belakangan.
Saat pertama kali diperkenalkan oleh Kimberly-Clark pada 1924 dengan merek Kleenex, tisu justru dipasarkan sebagai produk sekali pakai untuk membantu menghapus cold cream atau pembersih riasan wajah.
Namun, perusahaan kemudian menerima banyak surat dari pelanggan yang mengaku lebih sering menggunakan tisu untuk mengusap hidung saat flu.
Karena kebiasaan itulah, cara pemasaran tisu akhirnya berubah dan sejak saat itu tisu lebih dikenal sebagai pengganti sapu tangan kain.
Mengapa Kebanyakan Tisu Berwarna Putih?
Pernah sadar hampir semua tisu yang dijual di pasaran berwarna putih?
Ternyata, ada alasannya.
Warna putih memberikan kesan bersih dan higienis sehingga lebih mudah dipercaya untuk digunakan pada wajah atau tangan.
Selain itu, warna putih juga memudahkan pengguna melihat apakah tisu masih bersih atau sudah terkena kotoran.
Meski begitu, bukan berarti tisu tidak pernah memiliki warna lain.
Pada beberapa dekade lalu, tisu sempat diproduksi dalam warna-warna pastel hingga bermotif. Kini, warna putih lebih banyak dipilih karena dianggap sederhana, bersih, dan cocok untuk berbagai kebutuhan.
Apa Arti Tulisan 2 Ply atau 3 Ply?
Saat membeli tisu, mungkin kamu pernah melihat keterangan "2 ply" atau "3 ply" pada kemasannya.
Banyak yang mengira angka tersebut menunjukkan kualitas tisu, padahal sebenarnya menunjukkan jumlah lapisan penyusunnya.
Tisu 2 ply berarti terdiri dari dua lembar tipis yang disatukan, sedangkan 3 ply memiliki tiga lapisan.
Semakin banyak lapisannya, biasanya tisu terasa lebih tebal, lebih kuat, dan lebih mudah menyerap cairan.
Karena itu, tisu wajah umumnya menggunakan dua atau tiga lapisan agar lebih nyaman saat dipakai.
Mengapa Tisu Bisa Menyerap Air dengan Cepat?
Salah satu alasan tisu begitu praktis digunakan adalah karena kemampuannya menyerap air dalam waktu singkat.
Hal ini berasal dari bahan utama pembuatnya, yaitu serat kayu atau selulosa.
Serat-serat tersebut memiliki banyak rongga kecil yang dapat menarik dan menahan cairan.
Karena itulah, tisu mampu menyerap tetesan air, minyak, atau cairan lainnya lebih cepat dibandingkan kertas biasa.
Itulah juga alasan tisu dapur biasanya dibuat lebih tebal agar daya serapnya lebih tinggi.
Ternyata Tidak Semua Tisu Memiliki Fungsi yang Sama
Sekilas semua tisu terlihat mirip, tetapi sebenarnya setiap jenis dibuat untuk kebutuhan yang berbeda.
Tisu wajah, misalnya, dibuat lebih lembut karena sering bersentuhan langsung dengan kulit.
Tisu dapur dirancang lebih kuat agar mampu menyerap minyak atau air saat memasak.
Sementara itu, tisu makan atau serbet kertas lebih ditujukan untuk membersihkan tangan dan mulut saat makan.
Karena memiliki fungsi yang berbeda, bahan dan proses pembuatannya pun bisa berbeda. Itulah sebabnya tisu dapur terasa lebih tebal dibandingkan tisu wajah, sedangkan tisu wajah dibuat lebih halus agar nyaman digunakan.
Kenapa Tisu Keluar Satu per Satu dari Kotaknya?
Pernah memperhatikan tisu kotak? Saat menarik satu lembar, biasanya lembar berikutnya ikut muncul dan siap digunakan.
Desain ini dikenal sebagai pop-up tissue.
Sistem tersebut dibuat agar tisu lebih mudah diambil menggunakan satu tangan sekaligus membantu menjaga lembaran lainnya tetap berada di dalam kotak.
Selain lebih praktis, cara ini juga membuat tisu tidak mudah berantakan saat digunakan.
Desain sederhana ini kemudian menjadi standar yang banyak digunakan pada tisu kotak hingga sekarang karena dinilai lebih nyaman untuk penggunaan sehari-hari.
Meski terlihat sebagai benda yang sederhana, tisu ternyata menyimpan banyak cerita menarik.
Mulai dari awal kemunculannya yang bukan untuk mengusap hidung, alasan warnanya didominasi putih, hingga desain kemasannya yang dibuat agar lebih praktis.
(MG- Mayumi Cinta Mahesi)